Khawatir Punah, 2 Inspirator Muda Jadikan Budaya Batak Pilot Project

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:05 WIB
Dua inspirator musik tradisional Batak Frengki dan Hasindo mengamati alat musik tradisional Siatasbarita(Realitasonline.id - ist)
Dua inspirator musik tradisional Batak Frengki dan Hasindo mengamati alat musik tradisional Siatasbarita(Realitasonline.id - ist)

TARUTUNG realitasonline.id | Khawatir punah, dua inspirator yakni Frengki Talupan Sihombing dan Hasiando Tambunan mempunyai keinginan untuk melestarikan Budaya Batak Toba melalui Musik Tradisional.

Kekhawatiran itu diungkapkan di workshop pengrajin alat musik tradisional Batak Slamat Harianja di Desa Pancur Napitu Kec. Siatasbarita Tapanuli Utara, Rabu (19/10) malam.

Keduanya sedang mengamati kepiawaian pemusik dalam memainkan alat musik tradisional Batak seperti Taganing, Hasapi dan Suling (Gendang, Kecapi, dan Seruling).

Kedua Inspirator muda ini serius dan larut menonton singkronisasi dari pemusik saat memainkan instrumen musik budaya tradisional Batak.

"Kami datang kesini kebetulan mau menjemput barang yang sudah kami pesan sebelumnya, barang itu adalah merupakan alat dan musik tradisional Batak Toba," ujar Frengki kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya musik tradisional merupakan unsur budaya yang penting dijaga dan dilestarikan sehingga tidak punah seiring perkembangan jaman teknologi.

"Demikian juga halnya dengan musik Tradisional Batak Toba. Gondang misalnya, selain bagian dari instrumen musik juga dijadikan alat menyampaikan ucapan syukur pada Sang Pencipta, sehingga perlu dilestarikan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X