olahraga

Lamine Yamal Mengecam Aksi Rasis dari Suporter Timnas Spanyol Terhadap Islam Pada Laga Persahabatan Melawan Mesir

Kamis, 2 April 2026 | 22:00 WIB
Keterangan Foto : Lamine Yamal pada saat menjalani laga persahabatan melawan Mesir (Realitasonline.id / ig : @laminneyamal)

Realitasonline.id - OLAHRAGA | Laga persahabatan antara Timnas Spanyol dan Mesir yang berakhir imbang tanpa gol pada Rabu (1/4/2026) di Stadion RCDE tercoreng oleh aksi rasisme dari sebagian suporter tuan rumah. Mereka menyanyikan chant bernada rasis yang mengejek agama Islam dengan kalimat "siapa yang tidak melompat, itu muslim" dan bahkan meniup peluit saat lagu kebangsaan Mesir dan doa istirahat dimainkan.

Bintang muda Spanyol dan pemain Barcelona, Lamine Yamal, yang merupakan seorang muslim, segera mengeluarkan pernyataan melalui media sosialnya untuk mengutuk tindakan tersebut. "Saya seorang muslim, alhamdulillah. Kemarin di stadion terdengar nyanyian 'siapa yang tidak melompat adalah muslim'. Saya tahu itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan secara pribadi kepada saya, tetapi sebagai seorang muslim, ini tetap dianggap tidak menghormati dan tidak dapat diterima," tulisnya.

Baca Juga: Tinjau Lapangan Kebun Bunga, Bobby Nasution Desak Rico Waas Lakukan Perawatan dan Pembenahan

Ia menegaskan bahwa menggunakan agama sebagai bahan ejekan menunjukkan rendahnya pemahaman dan sifat rasis pelaku, serta tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola. "Sepak bola seharusnya dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," tambahnya. Yamal juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang datang untuk memberikan dukungan dan berharap hal serupa tidak terulang di Piala Dunia yang akan datang.

Kecaman juga datang dari berbagai pihak, termasuk Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) yang menyatakan tidak akan mentolerir segala bentuk rasisme dan telah meluncurkan penyelidikan. Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, juga menuntut tindakan tegas terhadap pelaku. Selain itu, Menteri Olahraga Katalonia, Berni Alvarez, menyebut insiden ini sebagai "langkah mundur yang besar" bagi sepak bola Spanyol. Respons Yamal juga mendapat dukungan dari sejumlah pesepak bola ternama seperti Vinicius Junior dan Achraf Hakimi.

Pihak kepolisian lokal di Barcelona juga telah membuka penyelidikan resmi terkait chant yang dianggap bersifat islamofobia dan xenofobia tersebut.

Tags

Terkini