Realitasonline.id - OLAHRAGA | Tim nasional sepak bola Italia resmi gagal meraih tiket ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kekalahan dramatis dari Bosnia dan Herzegovina pada laga final playoff kualifikasi zona Eropa di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB, membuat Gli Azzurri harus merasakan puasa keberadaan di ajang paling bergengsi sepak bola dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, setelah sebelumnya absen pada 2018 dan 2022. Italia terakhir tampil di Piala Dunia pada 2014 di Brasil.
Laga yang Penuh Drama
Pertandingan berlangsung penuh ketegangan dan berakhir dengan skor 1-1 hingga babak tambahan waktu usai, sebelum akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Italia sempat unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui gol Moise Kean. Namun, situasi berubah menjelang turun minum ketika Alessandro Bastoni menerima kartu merah, memaksa tim bermain dengan sepuluh orang di sisa pertandingan. Bosnia dan Herzegovina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic pada menit ke-79.
Baca Juga: Begini Susunan Grup dan Babak Penyisihan Piala Dunia Yang Akan Berlangsung Juni Mendatang
Di babak adu penalti, mental para pemain Italia tampak goyah. Hanya Sandro Tonali yang berhasil mengesksekusi penalti dengan sempurna, sementara upaya Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menemui sasaran. Bosnia dan Herzegovina kemudian menutup laga dengan kemenangan 4-1 dalam adu penalti, memastikan diri mereka meraih tiket ke Piala Dunia 2026.
Reaksi dari Pelatih dan Pemain
Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, mengaku sangat terpukul dengan hasil ini. "Ini terasa sakit, tapi saya bangga pada pemain saya. Mereka tidak layak mendapatkan pukulan seperti ini karena perjuangan yang mereka lakukan di lapangan," ujar Gattuso yang juga meminta maaf kepada publik Italia karena gagal menggapai target utama. Ditanya tentang masa depannya sebagai pelatih, Gattuso menyatakan bahwa saat ini belum ingin memikirkan hal tersebut dan fokus pada kekecewaan yang dialami.
Bek sayap senior Leonardo Spinazzola juga tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ia menyebutkan bahwa setelah bermain dengan 10 orang selama waktu yang cukup lama dan berhasil membawa pertandingan ke adu penalti dengan susah payah, tim sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk menang. Spinazzola juga menyoroti dampak psikologis bagi generasi muda di negaranya yang tidak akan melihat Italia tampil di Piala Dunia lagi.
Penyebab Kegagalan
Meskipun memiliki skuad yang dipenuhi pemain top dari liga-liga elite Eropa, Italia gagal memanfaatkan peluang yang ada. Beberapa faktor yang menjadi penyebab kegagalan antara lain inkonsistensi performa pada fase grup kualifikasi yang membuat mereka hanya finis sebagai runner-up di bawah Norwegia, rapuhnya mental di laga penentuan, serta transisi generasi yang belum sepenuhnya mulus sehingga permainan mereka kerap terlihat tidak solid di momen krusial.
Kegagalan ini juga membuat Italia mencatat rekor yang tidak diinginkan, yaitu menjadi juara dunia pertama yang gagal menembus putaran final Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut, sebuah kemunduran signifikan bagi negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat dan pernah meraih gelar juara dunia sebanyak empat kali.(SA)