otomotif

Mengenal Blade Battery BYD, Revolusi Teknologi Baterai yang Lebih Aman dan Tahan Lama

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:25 WIB
Baterai mobil listrik (Realitasonline.id/ byd.com)

Realitasonline.id - Mobil listrik semakin populer sebagai solusi transportasi ramah lingkungan. Salah satu tantangan utama dalam industri ini adalah pengembangan baterai yang lebih aman, tahan lama, dan efisien.

BYD (Build Your Dreams), perusahaan otomotif asal China, menghadirkan Blade Battery, sebuah inovasi yang diklaim lebih unggul dibandingkan baterai konvensional. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga memberikan performa yang lebih baik bagi kendaraan listrik.

Apa Itu Blade Battery?

Blade Battery adalah jenis baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dirancang khusus oleh BYD. Berbeda dengan baterai berbentuk sel silinder atau pouch yang umum digunakan, Blade Battery memiliki bentuk memanjang dan tipis, menyerupai bilah (blade).

Baca Juga: Selain Cek Air Radiator, Ini Hal-hal yang Harus Diperiksa Sebelum Perjalanan Jauh

Desain ini memungkinkan penyusunan yang lebih efisien dalam paket baterai kendaraan listrik, meningkatkan kepadatan energi sekaligus meningkatkan daya tahan dan keamanan.

Keunggulan Blade Battery BYD

1. Keamanan yang Lebih Unggul

Salah satu risiko utama pada baterai lithium-ion konvensional adalah thermal runaway, yaitu kondisi di mana baterai terlalu panas hingga bisa meledak atau terbakar. Blade Battery telah diuji dalam tes penetrasi paku, yang mensimulasikan skenario ekstrem seperti tabrakan atau benturan keras.

Hasilnya, Blade Battery tidak mengalami kebakaran atau ledakan, bahkan ketika paku menembus sel baterai. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan baterai NMC (Nickel Manganese Cobalt), yang lebih rentan terhadap kebakaran saat mengalami kerusakan.

Baca Juga: Ini dia Cara Inreyen Motor Baru

2. Umur Pakai Lebih Lama

Blade Battery menggunakan kimia LFP (Lithium Iron Phosphate), yang memiliki siklus hidup lebih panjang dibandingkan baterai berbasis nikel. LFP dapat bertahan hingga 1,2 juta kilometer atau sekitar 3.000 siklus pengisian daya, jauh lebih baik dibandingkan baterai NMC yang umumnya hanya bertahan sekitar 1.500 siklus.

Dengan daya tahan lebih lama, pemilik kendaraan listrik tidak perlu sering mengganti baterai, yang berarti lebih hemat biaya dalam jangka panjang.

3. Efisiensi Ruang dan Performa Optimal

Halaman:

Tags

Terkini