otomotif

Rahasia Motor Irit BBM: Trik Mengatur Gaya Berkendara Harian

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:35 WIB
Motor Irit BBM (Realitasonline.id/ Canva)

 

Realitasonline.id | Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), efisiensi konsumsi BBM menjadi perhatian utama setiap pengendara motor. Meskipun spesifikasi mesin dan teknologi (seperti injeksi) berperan besar, rahasia motor irit BBM justru terletak pada satu faktor yang sepenuhnya berada di bawah kendali pengendara: gaya berkendara harian. Anda bisa saja memiliki motor yang dikenal irit, tetapi jika kebiasaan mengemudi Anda buruk, konsumsi BBM akan tetap boros. Dengan mengatur trik berkendara yang tepat, Anda dapat menghemat pengeluaran BBM secara signifikan tanpa mengurangi mobilitas.

Baca Juga: Hindari 3 Kesalahan Fatal Saat Memanaskan Mesin Motor Injeksi

Trik pertama dan paling efektif adalah menghindari akselerasi dan deselerasi mendadak. Sering menarik gas dalam-dalam (gaspol) saat start dan kemudian mengerem keras (ngerem mendadak) secara berulang-ulang adalah biang keladi borosnya BBM. Setiap kali Anda menarik gas secara agresif, injector (pada motor injeksi) atau karburator akan menyuplai bahan bakar dalam jumlah besar secara instan, dan sebagian besar energi dari bensin tersebut terbuang sia-sia menjadi panas dan gesekan saat pengereman. Solusinya, lakukan akselerasi secara bertahap dan halus (gentle acceleration) serta jaga jarak dengan kendaraan di depan agar Anda bisa mengurangi kecepatan dengan meluncur (coasting) tanpa harus mengerem keras.

Trik kedua adalah menjaga kecepatan konstan di sweet spot. Setiap motor memiliki rentang kecepatan atau putaran mesin (RPM) tertentu di mana efisiensi termal mesin berada pada puncaknya. Umumnya, kecepatan paling irit berada di rentang 40 hingga 60 km/jam pada gigi tertinggi (untuk motor manual) atau pada putaran mesin menengah (sekitar 4.000 hingga 6.000 RPM untuk motor matik). Usahakan mempertahankan kecepatan di rentang ini. Pengendaraan yang stabil tanpa perubahan kecepatan drastis memungkinkan mesin bekerja pada efisiensi maksimumnya, sehingga konsumsi BBM lebih terkontrol.

Ketiga, minimalisir idle time atau waktu diam mesin. Jika Anda terjebak macet yang diperkirakan lebih dari 30 detik atau sedang menunggu di perlintasan kereta, lebih baik matikan mesin. Membiarkan mesin menyala dalam keadaan diam hanya membakar bensin tanpa menghasilkan jarak tempuh. Selain itu, pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan. Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance), memaksa mesin bekerja lebih keras dan otomatis meningkatkan konsumsi BBM. Dengan mengubah kebiasaan berkendara menjadi lebih halus, stabil, dan menghindari idle time yang berlebihan, Anda akan menemukan bahwa motor Anda bisa jauh lebih irit daripada yang Anda bayangkan, sekaligus memberikan perjalanan yang lebih nyaman dan aman.

Tags

Terkini