Realitasonline.id | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan sikap terbukanya terhadap masuknya produsen kendaraan listrik (EV) asal Cina ke pasar Amerika Serikat.
Ada satu syarat utama, mobil-mobil tersebut harus diproduksi di dalam negeri dan mempekerjakan tenaga kerja orang Amerika.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pidatonya di Detroit Economic Club, pada 13 Januari lalu.
Presiden Trump tegas ia mengatakan, “Biarkan Cina masuk,” merujuk pada produsen mobil Cina seperti BYD dan Xiaomi, selama mereka bersedia membangun pabrik di Amerika Serikat.
“Jika mereka ingin datang, membangun pabrik, dan mempekerjakan Anda, teman-teman Anda, serta tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukainya,” ujar Trump.
Kurang dari setahun sebelumnya, industri otomotif global sempat terguncang oleh kebijakan tarif tinggi AS terhadap barang-barang buatan Cina.
Baca Juga: Isuzu D-Max Hitam Ganti Velg SSR TS Ring 18, Fitment Lebih Proper Tanpa Adaptor
Tarif tersebut diberlakukan untuk melindungi produsen dalam AS dari banjir produk impor. Kini, strategi Trump tampak bergeser.
Alih-alih menutup pintu, ia justru mendorong produsen asing, tidak hanya dari Cina.
Tetapi juga Jepang, untuk memindahkan produksi ke AS.
Baca Juga: Harga Isuzu D-Max 2026 di Jakarta Selatan Terbaru
Langkah ini diyakini dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjaga daya saing industri otomotif Amerika.
Produsen mobil Cina sebenarnya telah lama mengincar pasar Amerika Serikat, yang merupakan pasar otomotif terbesar kedua di dunia setelah Cina.
Beberapa di antaranya bahkan hadir di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas untuk menjajaki peluang.