otomotif

Pengaruh Gaya Berkendara terhadap Efisiensi Bahan Bakar

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:57 WIB
Ilustrasi orang sedang menyetir mobil (Realitasonline/ Canva)

Realitasonline.id- Efisiensi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh teknologi mesin atau jenis kendaraan yang digunakan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh gaya berkendara pengemudi. Dua mobil dengan spesifikasi yang sama bisa menghasilkan konsumsi BBM yang jauh berbeda jika dikemudikan dengan cara yang berbeda.

Karena itu, memahami bagaimana kebiasaan berkendara mempengaruhi penggunaan bahan bakar menjadi hal penting bagi siapa pun yang ingin berkendara lebih hemat dan efisien.

Dalam penggunaan harian, terutama di jalan perkotaan yang padat, gaya berkendara sering kali menjadi faktor penentu utama boros atau iritnya konsumsi BBM. Mulai dari cara menginjak pedal gas, kebiasaan mengerem, hingga pengelolaan kecepatan, semuanya berkontribusi langsung terhadap seberapa banyak bahan bakar yang terpakai selama perjalanan.

Baca Juga: Riset Konsumsi BBM Mobil SUV Kompak untuk Penggunaan Harian

1. Akselerasi sebagai Faktor Utama Konsumsi BBM

Akselerasi yang agresif membuat mesin bekerja lebih keras dan membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak. Menginjak pedal gas secara bertahap dan halus membantu mesin beradaptasi dengan beban kerja, sehingga konsumsi BBM bisa ditekan.

2. Menjaga Kecepatan Stabil

Kecepatan yang stabil membuat putaran mesin berada di kondisi ideal. Berkendara dengan kecepatan konstan, baik di jalan tol maupun jalan luar kota, cenderung lebih irit dibandingkan sering berubah kecepatan tanpa alasan jelas.

3. Kebiasaan Pengereman dan Dampaknya

Sering mengerem mendadak tidak hanya memboroskan BBM, tetapi juga mempercepat keausan komponen kendaraan. Dengan menjaga jarak aman dan membaca kondisi lalu lintas di depan, pengemudi dapat mengurangi kebutuhan pengereman yang berlebihan.

4. Penggunaan Gigi Transmisi yang Tepat

Pada mobil manual, penggunaan gigi yang tidak sesuai dengan kecepatan kendaraan membuat mesin bekerja di luar rentang efisien. Sementara pada mobil matik, menekan gas terlalu dalam akan memicu perpindahan gigi yang lebih agresif dan boros BBM.

 

Baca Juga: Alasan Mobil Listrik Masih Jadi Kendaraan Kedua di Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini