otomotif

Kesalahan Umum Pengguna Motor Matic yang Membuat Mesin Cepat Rusak dan Boros Biaya Perawatan

Rabu, 28 Januari 2026 | 15:27 WIB
Keterangan foto: Ilustrasi pengguna motor matic (Realitasonline/ canva)

Realitasonline.id  - OTOMOTIF| Motor matic menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia karena praktis, nyaman, dan mudah dikendarai. Namun di balik kemudahannya, masih banyak pengguna yang tanpa sadar melakukan kesalahan fatal dalam penggunaan motor matic. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat membuat mesin cepat rusak, performa menurun, dan biaya perawatan membengkak.

Artikel ini membahas kesalahan umum pengguna motor matic yang sering terjadi, sekaligus menjadi panduan agar motor tetap awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: BEI Komit Tingkatkan Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

1. Jarang Mengganti Oli Mesin dan Oli Gardan

Kesalahan paling umum adalah telat mengganti oli, baik oli mesin maupun oli gardan. Banyak pengguna motor matic hanya fokus pada oli mesin, padahal oli gardan memiliki peran penting dalam menjaga kehalusan transmisi CVT.

Jika oli tidak diganti sesuai jadwal:

Gesekan komponen meningkat

Mesin cepat panas

Performa menurun drastis

Idealnya, oli mesin diganti setiap 2.000–2.500 km, sementara oli gardan setiap 8.000–10.000 km, tergantung rekomendasi pabrikan.

2. Sering Memutar Gas Saat Motor Diam

Kebiasaan menarik gas saat motor berhenti sering dianggap sepele, padahal ini sangat berbahaya untuk motor matic. Saat motor diam, komponen CVT belum bekerja optimal, sehingga memutar gas hanya akan mempercepat keausan.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan:

Kampas kopling cepat habis

Halaman:

Tags

Terkini