olahraga

Banyak Catatan buruk, Romi Syah Putra Dinilai Gagal Pimpin KONI Abdya, Sejumlah Cabor Layangkan Mosi tidak Percaya

Selasa, 11 Maret 2025 | 15:23 WIB
Belasan Cabor di Abdya menggelar konferensi pers melayangkan mosi tak percaya terhadap Ketua KONI Abdya.

 

Realitasonline.id - Abdya | Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang tergabung dalam Komite Penyelamat Olahraga Abdya melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Abdya yang diketuai oleh Romi Syah Putra.

Pernyataan sikap itu, disampaikan para perwakilan 17 Cabor dalam konferensi pers di salah satu caffe Blangpidie, pada Senin (10/3/2025) tadi malam.

Para perwakilan cabor yang bernaung di bawah KONI Abdya itu, menilai kalau kepemimpinan Romi Syah Putra telah gagal dalam membangun dan mengembangkan olahraga di daerah tersebut.

Baca Juga: Kerja Cepat, Usai Jumpai Kepala BWSS Bupati Taput JTP Hutabarat Tinjau Fasilitas SPAM Tarutung

Koordinator Komite Penyelamat Olahraga Abdya, Suhaimi, mengemukakan, ada sejumlah alasan kuat yang menjadi dasar mosi tak percaya ini. Ia menyoroti berbagai permasalahan yang terjadi di tubuh KONI Abdya, mulai dari dugaan penyimpangan hingga tidak transparan dalam pengelolaan anggaran olahraga.

"Banyak sekali catatan buruk dan dosa KONI di bawah kepemimpinan Romi Syah Putra, khususnya dalam membangun dan mengembangkan dunia olahraga di Abdya," katanya.

Baca Juga: Inilah Proyek-Proyek Strategis PGN yang akan Digas Tahun Ini

Suhaimi mengungkapkan, bahwa salah satu persoalan utama adalah adanya rangkap jabatan dalam kepengurusan KONI Abdya. Menurutnya, hal ini bertentangan dengan Pasal 22 Ayat 2 Anggaran Dasar KONI yang melarang ketua umum, wakil ketua umum, sekretaris, dan bendahara merangkap jabatan di organisasi olahraga lain baik secara horizontal maupun vertikal.

Selain itu, KONI Abdya juga dinilai tidak menjalankan Rapat Kerja (Raker) dengan cabor yang bernaung di bawahnya. Padahal, raker menjadi forum penting dalam menyusun strategi pembinaan atlet guna meraih prestasi di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.

"Sehingga akibat tidak dilaksanakan Raker dengan Para Cabor, banyak atlet 'bayaran' (sewa atlet luar) yang dipakai oleh KONI Abdya dengan menggunakan anggaran APBK dalam upaya mengejar medali, bukan prestasi," kata Suhaimi yang didampingi sejumlah pengurus cabor.

"Hal ini sungguh sangat kita sayangkan, padahal banyak potensi atlet lokal, tapi karena tidak adanya pembinaan dan perhatian dari KONI Abdya, mereka tidak bisa kita orbitkan," katanya lagi.

Baca Juga: Kemenag Sumut: Pelunasan Biaya Haji Berakhir 14 Maret 2025

Tak hanya itu, Komite Penyelamat Olahraga Abdya juga menuding Ketua KONI Abdya sering melakukan perombakan pengurus (reshuffle) tanpa mengikuti mekanisme organisasi yang seharusnya.

"Di tubuh kepengurusan KONI Abdya sang Ketua juga suka-suka dalam melakukan peremajaan Kepengurusan KONI, tanpa mengindahkan mekanisme tatacara dalam sebuah organisasi," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini