otomotif

Bagaimana Cara Kerja Sistem Keamanan Baterai Mobil Listrik?

Senin, 10 Maret 2025 | 14:12 WIB
Baterai Mobil Listrik (Realitasonline.id/ wuling.id)

Realitasonline.id | Baterai adalah komponen utama mobil listrik yang menentukan performa, daya tahan, dan keamanan kendaraan. Karena baterai menyimpan energi dalam jumlah besar, ada beberapa risiko yang harus diperhatikan, seperti overheating, korsleting, hingga kebakaran.

Oleh karena itu, produsen mobil listrik telah mengembangkan berbagai teknologi keamanan canggih untuk melindungi pengguna dari potensi bahaya. Berikut adalah beberapa sistem utama yang digunakan untuk menjaga keamanan baterai mobil listrik.

1. Battery Management System (BMS)


BMS adalah sistem pintar yang berfungsi memantau dan mengatur tegangan, arus, serta suhu baterai. Jika terjadi anomali seperti kelebihan arus, lonjakan tegangan, atau kenaikan suhu, sistem ini akan secara otomatis menyesuaikan daya atau mematikan baterai untuk mencegah overheating dan korsleting.

Baca Juga: Cerita Faridah Peserta Program JKN Bisa Berobat Katarak dengan BPJS Kesehatan: Tak Perlu Khawatir Masalah Biaya

 

Selain itu, BMS juga membantu menjaga keseimbangan sel baterai, sehingga setiap sel bekerja dengan efisiensi maksimal dan tidak ada yang mengalami kelebihan beban atau kerusakan lebih cepat. Dengan teknologi ini, baterai tidak hanya lebih aman tetapi juga lebih awet dalam jangka panjang.

2. Thermal Management System (TMS)


Baterai lithium-ion yang digunakan dalam mobil listrik menghasilkan panas saat diisi daya dan digunakan. Jika suhu tidak dikendalikan dengan baik, baterai bisa mengalami thermal runaway, kondisi di mana suhu terus meningkat tanpa terkendali dan berpotensi menyebabkan kebakaran.

Untuk mengatasi ini, produsen mobil listrik menggunakan sistem pendinginan canggih, seperti pendinginan cair atau udara. Sistem ini berfungsi untuk menjaga suhu baterai tetap stabil dan memastikan mobil tetap aman digunakan dalam berbagai kondisi cuaca dan medan perjalanan.

Baca Juga: 3 Pria ini Gelapkan Motor Scoopy Milik Temannya, Alasan Mau Pinjam untuk Mandi tapi Malah Digadai

3. Isolasi Tegangan Tinggi


Mobil listrik menggunakan sistem listrik bertegangan tinggi, yang jika tidak dikelola dengan baik bisa berisiko menyebabkan sengatan listrik atau korsleting. Oleh karena itu, kendaraan listrik dilengkapi dengan isolasi tegangan tinggi untuk memastikan listrik tidak bocor ke bagian lain mobil.

Selain itu, saat terjadi kecelakaan, sistem pemutus arus otomatis akan langsung mematikan daya baterai untuk mencegah risiko sengatan listrik pada penumpang atau tim penyelamat yang menangani kecelakaan.

Halaman:

Tags

Terkini