otomotif

Mobil Listrik vs Mobil Konvensional, Mana yang Lebih Aman dalam Kecelakaan?

Senin, 10 Maret 2025 | 14:41 WIB
Mobil Listrik (Realitasonline.id/ wuling)


Realitasonline.id | Keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam memilih kendaraan, baik mobil listrik maupun mobil konvensional berbahan bakar bensin atau diesel. Dengan teknologi yang terus berkembang, kedua jenis mobil ini memiliki fitur keselamatan yang semakin canggih. Namun, dalam hal kecelakaan, mana yang lebih aman, mobil listrik atau mobil konvensional? Berikut analisisnya.

1. Struktur Rangka dan Zona Tabrakan


Mobil listrik dirancang dengan struktur rangka yang diperkuat, terutama untuk melindungi baterai yang terletak di bagian bawah kendaraan.

Beberapa pabrikan menggunakan zona deformasi (crumple zones) yang lebih besar untuk menyerap energi benturan dan mengurangi dampak kecelakaan pada penumpang.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Xenia dan Avanza, Mana yang Lebih Cocok untuk Keluarga?

Di sisi lain, mobil konvensional juga memiliki zona tabrakan yang dirancang untuk meredam benturan. Namun, karena memiliki mesin besar di bagian depan, zona deformasi pada mobil bensin sering kali lebih terbatas dibandingkan mobil listrik, yang memiliki ruang lebih luas di depan (frunk).

2. Risiko Kebakaran dan Ledakan


Salah satu kekhawatiran terbesar pada mobil listrik adalah risiko kebakaran baterai akibat tabrakan. Baterai lithium-ion dapat mengalami thermal runaway, yaitu kondisi di mana suhu meningkat drastis hingga menyebabkan kebakaran.

Namun, produsen mobil listrik telah mengatasi ini dengan Battery Management System (BMS), pendingin cair, dan sistem pemadaman otomatis yang mencegah overheating.

Sebaliknya, mobil konvensional memiliki risiko kebakaran akibat kebocoran bahan bakar setelah kecelakaan. Dalam beberapa kasus, tabrakan yang parah bisa menyebabkan ledakan tangki bahan bakar, meskipun sistem keamanan modern seperti katup pemutus bahan bakar otomatis telah mengurangi risiko ini.

3. Sistem Keselamatan Aktif dan Pasif


Mobil listrik umumnya lebih unggul dalam keselamatan aktif, dengan teknologi canggih seperti:
* Automatic Emergency Braking (AEB)
* Lane Keeping Assist (LKA)
* Blind Spot Monitoring (BSM)
* Adaptive Cruise Control (ACC)

Baca Juga: Gimana Kalau Agya 1.2 GR M/T One Dibandingkan dengan All New BZ4X BEV, Simak

Mobil konvensional juga memiliki fitur serupa, tetapi implementasinya tidak selalu standar pada semua model. Sebagai contoh, mobil listrik seperti Tesla dan Hyundai Ioniq sudah memiliki fitur keselamatan otonom yang lebih maju dibandingkan beberapa mobil bensin.

Secara keseluruhan, mobil listrik lebih unggul dalam hal keselamatan struktural dan teknologi keamanan aktif, sementara mobil konvensional masih memiliki risiko kebakaran akibat bahan bakar. Dengan teknologi yang terus berkembang, baik mobil listrik maupun konvensional semakin aman, tetapi dalam banyak kasus, mobil listrik memberikan perlindungan lebih baik bagi pengemudi dan penumpangnya. (KN)

Tags

Terkini