Fakta dan Mitos tentang Risiko Kebakaran pada Mobil Listrik

photo author
Maria Nofianti, Realitas Online
- Senin, 10 Maret 2025 | 14:22 WIB
Risiko Kebakaran pada Mobil Listrik (Realitasonline.id/ wuling)
Risiko Kebakaran pada Mobil Listrik (Realitasonline.id/ wuling)



Realitasonline.id | Mobil listrik semakin populer sebagai solusi transportasi ramah lingkungan. Namun, masih banyak kekhawatiran terkait risiko kebakaran baterai. Beberapa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar, sehingga penting untuk memahami fakta dan mitos seputar kebakaran mobil listrik.

Mitos 1: Mobil listrik lebih mudah terbakar dibandingkan mobil bensin


Fakta: Penelitian menunjukkan bahwa mobil listrik memiliki risiko kebakaran yang lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin atau diesel. Data dari National Fire Protection Association (NFPA) dan beberapa studi lain menunjukkan bahwa insiden kebakaran pada mobil konvensional jauh lebih sering terjadi dibandingkan dengan mobil listrik.

Alasannya, mobil konvensional memiliki sistem bahan bakar yang mudah terbakar, seperti bensin dan solar, yang berisiko bocor dan terbakar saat terjadi kecelakaan.

Baca Juga: Tips Aman Mengemudikan dan Merawat Mobil Listrik agar Terhindar dari Bahaya

Sementara itu, mobil listrik menggunakan baterai lithium-ion, yang dirancang dengan sistem keamanan canggih untuk mengurangi risiko terbakar. Selain itu, struktur bodi mobil listrik juga diperkuat untuk melindungi baterai dari benturan yang dapat menyebabkan kebakaran.

Mitos 2: Baterai mobil listrik bisa meledak tiba-tiba


Fakta: Salah satu ketakutan yang sering muncul adalah anggapan bahwa baterai mobil listrik bisa tiba-tiba meledak tanpa penyebab yang jelas. Padahal, baterai lithium-ion dalam mobil listrik dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) yang mengontrol suhu, tegangan, dan arus listrik.

Jika terjadi potensi overheating, BMS akan otomatis menurunkan daya atau mematikan baterai agar tidak mengalami gangguan lebih lanjut. Selain itu, pabrikan mobil listrik juga menerapkan lapisan pelindung dan sistem pendinginan untuk memastikan baterai tetap bekerja dalam suhu optimal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Sistem Keamanan Baterai Mobil Listrik?

Mitos 3: Mobil listrik lebih sulit dipadamkan saat terbakar


Fakta: Kebakaran pada baterai lithium-ion memang lebih sulit dipadamkan dibandingkan kebakaran pada mobil bensin. Ini karena baterai bisa mengalami thermal runaway, di mana suhu terus meningkat dan memicu reaksi kimia yang sulit dihentikan.

Namun, produsen mobil listrik telah menerapkan sistem pemadaman otomatis dan teknologi pendinginan khusus yang mengurangi risiko ini. Selain itu, tim pemadam kebakaran kini telah mendapatkan pelatihan khusus dan memiliki alat yang lebih efektif untuk menangani kebakaran mobil listrik.

Baca Juga: Cerita Faridah Peserta Program JKN Bisa Berobat Katarak dengan BPJS Kesehatan: Tak Perlu Khawatir Masalah Biaya

Risiko kebakaran pada mobil listrik sebenarnya lebih kecil dibandingkan mobil konvensional, berkat teknologi keamanan yang terus berkembang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X