otomotif

Mengenal Sistem Regenerative Braking pada Mobil Listrik dan Hybrid

Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:59 WIB
Ilustrasi Sistem Regenerative Braking (Realitasonline/ Canva)

5. Sistem Regenerative Braking pada Mobil Hybrid

Pada mobil hybrid, regenerative braking bekerja berdampingan dengan mesin bensin. Saat kecepatan rendah atau pengereman ringan, sistem lebih mengandalkan motor listrik. Mesin bensin biasanya tidak aktif sehingga energi pengereman dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengisi baterai.

6. Sistem Regenerative Braking pada Mobil Listrik

Pada mobil listrik murni, regenerative braking menjadi salah satu sumber utama pengisian ulang baterai saat berkendara. Sistem ini sangat efektif di kondisi lalu lintas padat dengan banyak perlambatan dan pengereman, seperti di perkotaan.

7. Tingkat Regenerasi yang Bisa Diatur

Beberapa mobil listrik dan hybrid menyediakan pengaturan tingkat regenerative braking. Pengemudi dapat memilih seberapa kuat efek perlambatan saat melepas pedal gas. Pengaturan ini memungkinkan pengendara menyesuaikan kenyamanan dan efisiensi sesuai gaya berkendara.

8. Efek Berkendara Satu Pedal

Pada tingkat regenerative braking yang tinggi, mobil dapat melambat cukup signifikan hanya dengan melepas pedal gas. Fenomena ini sering disebut one pedal driving. Pengemudi jarang perlu menginjak pedal rem, terutama saat lalu lintas padat.

9. Pengaruh terhadap Efisiensi Energi

Regenerative braking berkontribusi besar terhadap peningkatan efisiensi energi. Energi yang dikembalikan ke baterai dapat memperpanjang jarak tempuh mobil listrik dan mengurangi konsumsi bahan bakar pada mobil hybrid.

Baca Juga: Mobil Murah dengan Fitur Keselamatan Penting untuk Penggunaan Keluarga

10. Dampak terhadap Umur Kampas Rem

Karena sebagian besar proses perlambatan dilakukan oleh motor listrik, penggunaan rem konvensional menjadi lebih ringan. Hal ini membuat kampas rem dan cakram lebih awet dibandingkan kendaraan tanpa regenerative braking.

11. Keterbatasan Regenerative Braking

Meski efektif, regenerative braking tidak selalu bekerja maksimal. Pada kecepatan sangat rendah atau saat baterai sudah penuh, sistem akan mengurangi atau menonaktifkan regenerasi. Dalam kondisi ini, pengereman sepenuhnya mengandalkan rem konvensional.

Halaman:

Tags

Terkini