Realitasonline.id | Seiring dengan berkembangnya teknologi otomotif, mobil listrik dan hybrid semakin banyak digunakan karena lebih efisien dan ramah lingkungan.
Salah satu fitur unggulan yang membuat mobil listrik lebih hemat energi adalah Regenerative Braking atau rem regeneratif.
Teknologi ini memungkinkan mobil untuk menangkap kembali energi yang biasanya hilang saat pengereman dan menggunakannya kembali.
Bagaimana cara kerja sistem ini dan seberapa besar manfaatnya dalam menghemat energi? Simak ulasan berikut!
Baca Juga: Ketahui Perbedaan Mode Berkendara, Sport, Eco, dan Comfort
Apa Itu Regenerative Braking?
Regenerative Braking adalah sistem pengereman yang memungkinkan mobil untuk mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang dapat disimpan kembali ke baterai. Berbeda dengan sistem rem konvensional yang menggunakan gesekan untuk memperlambat kendaraan dan menghasilkan panas.
Teknologi Regenerative Braking memanfaatkan motor listrik sebagai generator untuk menangkap energi yang sebelumnya terbuang. Teknologi ini biasanya ditemukan pada mobil listrik (EV) dan mobil hybrid (HEV dan PHEV), yang memiliki sistem penggerak berbasis motor listrik.
Baca Juga: Fitur Kenyamanan dalam Mobil, Dari Kursi Berpenghangat hingga Pintu Soft Close
Cara Kerja Regenerative Braking
Ketika mobil bergerak maju, motor listrik berfungsi sebagai penggerak roda dengan menggunakan energi dari baterai. Energi kinetik yang dihasilkan digunakan untuk mempertahankan kecepatan kendaraan. Saat Pengemudi Mengurangi Kecepatan atau Melepaskan Pedal Gas
Alih-alih hanya menggunakan sistem pengereman konvensional, sistem Regenerative Braking akan mengubah motor listrik menjadi generator. Motor listrik mulai berputar terbalik untuk menangkap energi kinetik dan mengonversinya menjadi energi listrik.
Energi yang dihasilkan dari proses pengereman dikirim ke inverter dan kemudian disimpan kembali dalam baterai. Energi ini bisa digunakan kembali untuk menggerakkan mobil, sehingga meningkatkan efisiensi daya dan memperpanjang jarak tempuh kendaraan.
Baca Juga: Sistem Infotainment dalam Mobil, Head Unit Canggih dan Integrasi Smartphone
Bagaimana Regenerative Braking Menghemat Energi?