realitasonline.id - Pada perdangan Rabu (20/12/2023), kurs rupiah spot ditutup pada Rp 15.511 per dolar AS. Kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pekan ini.
Jikan dibandingkan kurs rupiah dolar AS melemah 0,03% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin Rp 15.506 per dolar AS.
Di mana kurs rupiah bergerak tipis-tipis sejak awal pekan karena pasar menunggu arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dalam rapat dewan gubernur yang berakhir esok.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, BI diperkirakan menahan suku bunga acuan 6%.
Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea memimpin penguatan di tengah komentar hawkish dari gubernur Bank of Korea Rhee Chang-yong.
Dia mengatakan bahwa terlalu dini bagi Bank of Korea untuk melonggarkan kebijakan dalam upaya menekan inflasi.
"Pasar forex cenderung sepi karena sentimen utama sudah terlewati," kata Jian Hui Tan, investment strategist United Overseas Bank di Singapura kepada Bloomberg.
Won Korea menguat 0,67% terhadap dolar AS. Penguatan won disusul oleh ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Taiwan, yen Jepang, dan rupee India.
Sementara yuan China memimpin pelemahan mata uang Asia. Pelemahan yuan disusul oleh baht Thailand, dolar Singapura, dolar Hong Kong, dan rupiah.
Di sisi lain, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat tipis ke 102,24 dari sebelumnya 102,17.***