medan

Demo, Sekelompok Mahasiswa Desak Polda Sumut Tangkap Oknum ASN Dinas Pendapatan Provinsi Sumut

Selasa, 2 Juli 2024 | 21:11 WIB
Harmudia Syahputra didampingi pengacaranya Henry Pakpahan, dan Erwin Purba, bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Diskusi Mahasiswa menyampaikan tuntutan saat melakukan aksi demo di Mapolda Sumut, Selasa (2/7/2024). (Realitasonline.id/ TM)

"Setelah 3 kali dipanggil tidak datang, maka penyidik tidak lagi fokus pada keterangan TMH. Saat ini penyidik akan mendalami ada tidaknya proyek yang dimaksud ke Dinas Pendidikan Provsu," sebut Erwin menirukan ucapan penyidik yang juga berjanji segera menaikkan kasus tersebut ke tahap penyelidikan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi yang dihubungi wartawan media ini terkait laporan tersebut mengatakan untuk bersabar menunggu proses.

"Kita tunggu prosesnya di penyidik ya," jawabnya singkat.

Baca Juga: Di Puncak Perayaan HUT ke-434 Medan, Pesan Bobby Nasution: Jaga Kota Ini

Diketahui kasus ini berawal saat TMH menjabat Kasi SMA di wilayah 5 di Dinas Pendidikan Provsu, menjanjikan adanya proyek pembangunan gedung sekolah dari dana alokasi khusus di Binjai pada Januari 2023.

"Setelah kita periksa, perkerjaan yang disebutkan itu tidak ada di Binjai padahal uang tanda jadi sudah diberi Rp 371 juta," kata Harmudia sembari menyebut tidak lama kemudian TMH dipindah ke Cabdis wilayah 7 sebagai Kasi SMA.

Lanjut Harmudia, TMH meminta penambahan uang untuk mendapatkan pekerjaan pengelolaan dana bos untuk tahun ajara 2023/2024 dengan pagu Rp 16 miliar.

"Bulan 6, ia meminta lagi untuk pembayaran kewajiban yang disebut uang jaminan investasi dengan perjanjian Rp 1 miliar dan kita setor bertahap Rp 500 juta, Rp350 juta dan Rp 150 juta," urainya.

Setelah pembayaran itu, TMH menyebut jika posisinya di Dinas Pendidikan Provsu terancam digeser namun dia meminta lagi tambahan untuk pekerjaan dengan pagu yang lebih besar.

Baca Juga: Di Puncak Perayaan HUT ke-434 Medan, Pesan Bobby Nasution: Jaga Kota Ini

 

"Kita setor lagi hingga mencapai Rp 1,6 miliar dan setelah itu TMH pindah ke Dinas Pendapatan Provsu membuat kita kuatir atas pekerjaan yang dijanjikannya," katanya.

Lanjut Harmudia, setelah perpindahan TMH ke Dinas Pendapatan Provsu, mulai Agustus hingga November 2023 ia terus melakukan komunikasi baik-baik menanyakan pekerjaan tersebut.

"Bulan November TMH mulai susah dihubungi dan berdalih jika proyek yang disebutnya tidak ada maka ia siap menggantikan uang yang sudah masuk menjadi 2 kali lipat," jelas Harmudia menirukan ucapan TMH.

Akhirnya, sebut Harmudia bulan Desember komunikasi mereka sudah tidak baik dan sering memaki-maki jika dihubungi.

Halaman:

Tags

Terkini