medan

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Belawan Banjir

Sabtu, 7 September 2024 | 21:37 WIB
Sejumlah warga dan anak-anak bermain air berjalan kaki melewati genangan air di terowongan Kelurahan Sei mati Kec. Medan labuhan hingga kini belum surut dan belum ada tanda-tanda perbaikan oleh pemerintah. (Realitasonline.id/AH)

Realitasonline.id - Belawan | Tingginya intensitas curah hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kota Medan mengakibatkan debit air menggenangi ruas jalan dan pemukiman warga, Sabtu (7/9/2024).

Pengamatan awak media, sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga yang digenangi air akibat hujan tersebut yaitu Jalan KL Yos Sudarso Simpang kantor, Perumahan TKBM Kelurahan Sei mati dan komplek baru. Kemudian, Komplek BTN Griya 1 Kelurahan besar, Medan Labuhan.

Selanjutnya banjir juga menggenangi wilayah Jalan Marelan Raya Pasar 4 dan 3 Kec. Medan marelan hingga kini air masih menggenangi wilayah tersebut.

 

Baca Juga: Gagalkan Calon di Pilkada Dijerat Pidana UU 10 tahun 2016 Pasal 108, Bawaslu Sumut: Jangan Coba-coba!

 

Menurut warga, Safaruddin Jambak (58) mengatakan derasnya curah hujan mengguyur sejak Jumat 6 september 2024 malam hingga Sabtu 7 september 2024 pagi, sehingga menyebabkan banjir air menggenangi jalan dan pemukiman.

"Kalau udah hujan deras beginilah bang, bukan hanya jalan yang terendam air bahkan rumah pun turut terendam," ungkap Safaruddin.

Minimnya drainase karena pendangkalan adalah salahsatu pemicu terjadinya banjir. Oleh karena itu, warga berharap pada Pemerintah Kota Medan dan khususnya walikota medan Bobby Afif Nasution segera mencari solusi mengatasi banjir.

 

Baca Juga: Pengurus DPD IKA Fakultas Hukum UISU Periode 2023-2027 Resmi Dilantik, Begini Pesan Ketua Umum Ijeck

"Kami sebagai warga berharap pada bapak walikota segera mencari solusi untuk mengatasi banjir ini meski pembangunan dan pembenahan tampak terlihat tapi paling penting sistem drainase itu lah yang harus di rehab," harapnya.

Selain itu, hal senada juga dikeluhkan Dayat (36) warga bermukim di Kelurahan Sei mati itu mengatakan bahwa banjir pemerintah harus mencari solusi terutama akses jalan keluar masuk seperti terowongan menuju dua kelurahan yakni sei mati dan Kelurahan martubung agar direvitalisasi.

"Dari dulu harapan kita terowongan ini dibenahi lah, tapi sampai saat ini belum ada tanda -tanda direhab karena terowongan ini salah satu akses jalan keluar masuk warga, kalau udah banjir gini tentu banyak warga kecewa takut melewati terowongan disini," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini