medan

Wartawan yang Memecat Dirinya Sendiri

Selasa, 24 September 2024 | 19:14 WIB
Khairul Jasmi, pemateri Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) 2024 Sumut

Baca Juga: Pers Berwawasan Kebangsaan, Hendry Ch Bangun Menjelaskan

 

Ia kembali memaparkan bahwa bahasa tulis jurnalis ibarat pedang di tangan pesilat, menyatu, tidak memberatkan. "Bahasa adalah kawan setia wartawan," kata komisaris Semen Padang itu.


Pak KJ pun memberikan bocoran agar wartawan terus berkawan setia dengan bahasa tanpa takut dipecat karena melakukan copas.

 

Khairul Jasmi memberikan kelas di SJI Sumut 2024

 

Pertama, melihat kamus. Kamus dapat memperkaya perbendaharaan kata-kata sehingga lebih bisa leluasa menyusun kalimat demi kalimat. Di dalam kamus itu orang akan menemukan kata-kata baru.

 

Baca Juga: Resmikan Sekolah Jurnalisme Indonesia 2024 di Sumut, Pj Gubernur Agus Fatoni Sampaikan Pentingnya Komunikasi yang Baik antara Pemerintah dan Wartawan

 

"Kedua, jika Anda menonton film baik film Indonesia, Barat, Mandarin, kalau Anda mendengar dan ada teks berjalannya nampak kata-kata yang baru Anda lihat, catat. Karena tidak mungkin kita sebentar-sebentar lihat kamus. Jika ada ungkapan-ungkapan menarik dalam film itu, Anda catat," bebernya.

 

Pak KJ menyarankan untuk mencatat kata-kata menarik dari tontonan film, ada satu dua kalimat yang menarik harus segera dicatat dan itu bukan tindakan plagiat. "Satu kalimat saja rasanya bukan plagiat. Plagiat itu mengambil naskah ilmiah orang lain, tapi kalau ada satu kalimat pendek bisa Anda pakai," jelas pememimpi redaksi media di Sumatera Barat itu. (IP)

Halaman:

Tags

Terkini