medan

Iklim Investasi Kondusif, Persentase Kemiskinan di Sumut Alami Tren Penurunan, Tapi Warganya Kok Masih Sulit Beli Beras?

Selasa, 20 Januari 2026 | 14:32 WIB
Kepala Biro Perekonomian Sumut, Poppy Marulita Hutagalung. (Realitasonline.id/KOMINFO SUMUT/Dok)

Baca Juga: Awas, Jangan Buang Sampah Sembarangan! DLH Labuhanbatu Bakal Tindak Tegas bagi Pelanggar

Inisiasi ini mewujudkan harapan warga Sumatera Utara akan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memperkuat daya saing daerah.

Selain itu, Gubernur Bobby Nasution juga telah melakukan penguatan ekosistem ekonomi dengan mendukung kemajuan UMKM. Hal ini terlihat dari capaian tahun 2025 yang menunjukkan dari 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) telah terindentifikasi 328 usulan titik lahan, dengan 4.613 koperasi (75,62%) telah terdaftar pada Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (SIMKOPDES).

Sulit Beli Beras

Sementara itu sejumlah warga saat dimintai pendapat mereka terkait bahan kebutuhan pokok, mengaku masih kesulitan beli beras.

"Harga beras 5 kg saat ini paling murah Rp 75 ribu, bawa uang belanja Rp 50 ribu cuma dapat beras 2 kg untuk sekali masak, dengan telor 10 butir berikut bumbu dapur," ucap Mak Minah, warga Medan Deli.

Baca Juga: Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana, Bobby Nasution: Ada Pergeseran Anggaran, Alokasi Terbesar Infrastruktur

"Tidak sanggup beli telor 1 papan, kini harganya Rp 55 ribu per papan. Apalagi ikan laut sangat mahal, untuk sayur tidak beli. Setiap hari kami makan sayur daun ubi, kangkung, dan genjer atau pakis. Kami ramban sayuran," tutur Mak Noni, warga Medan Delitua.

"Uang gaji habis cuma untuk makan, harga pangan naik terus apalagi nanti menjelang bulan puasa. Cemana bisa nabung?" ucap Deliana, warga Medan Johir yang mengaku terus terang pada bulan puasa mencari makanan gratisan untuk berbuka di masjid-masjid. (AY)

Halaman:

Tags

Terkini