medan

Pemprov Sumut Pamer Surplus Stok Pangan, Ramadan Idulfitri Harga tak Terlalu Naik

Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:22 WIB
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, bersama sejumlah pimpinan OPD lainnya, pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (21/1/2026).

Realitasonline.id – Medan | Pemprov Sumut memastikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026 dalam kondisi stabil. Berbagai intervensi dilakukan melalui Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop), seiring dengan kondisi stok pangan Sumut yang saat ini berada pada posisi surplus.

 

“Stok pangan kita sekarang surplus, sehingga menjelang bulan Ramadan hingga hari raya Idulfitri nanti, kita pastikan kondisinya bisa tetap terjaga dan harga bahan pokok bisa stabil tidak terlalu naik,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2026).

 

Timur menjelaskan, sepanjang tahun 2025 Sumut mengalami surplus beras. Produksi beras mencapai lebih dari 2.222.000 ton, sementara kebutuhan masyarakat Sumut sekitar 1,7 juta ton per tahun, sehingga terdapat surplus sekitar 501 ribu ton. Kondisi ini juga menjadikan Sumut sebagai salah satu daerah penyuplai beras bagi provinsi lain.

Baca Juga: Usulkan Integrasi KIM, Kualatanjung, dan Belawan, Bobby Nasution: Saya Ingin Sumut Jadi Satu Kesatuan

 

 

Selain beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami surplus, di antaranya cabai merah sebesar 134 ribu ton, jagung 135 ribu ton, serta cabai rawit 65 ribu ton. Namun demikian, Timur mengakui harga cabai merah masih berpotensi berfluktuasi karena sebagian produksi dijual ke provinsi lain dengan harga lebih tinggi.

 

“Untuk harga cabai merah terkadang berfluktuasi karena cabai dijual ke provinsi lain dengan harga yang lebih tinggi, makanya kita lakukan intervensi saat panen untuk menjaga stok dan harga bisa terkendali,” kata Timur.

 

Pemprov Sumut juga melakukan intervensi melalui pengembangan kawasan unggulan padi di lima kabupaten/kota, antara lain Deliserdang, Serdangbedagai, dan Asahan. Sementara kawasan unggulan cabai merah dikembangkan di Kabupaten Karo dan Batubara.

 Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Selangit, Bobby Nasution Warning Wings Air: Kalau Bisa Jangan Mahal-mahal Kali

Halaman:

Tags

Terkini