medan

Profil Maryam Batubara Calon Ketua STAIN Madina, Putri Asli Daerah Panyabungan Miliki Sederet Prestasi hingga Internasional

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:29 WIB
Maryam Batubara, M.A. Ph.D


Realitasonline.id - Medan | Maryam Batubara, M.A. Ph.D akademisi bereputasi internasional dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU Medan) mencalonkan diri sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina). Ia masuk ke jajaran calon orang nomor satu di perguruan tinggi tersebut bersaing dengan 11 bakal calon Ketua STAIN Madina.


Maryam Batubara yang lahir di Penyabungan ini merupakan satu-satunya calon dari lulusan ponpes tertua di Sumatera Utara yakni Musthafawiyah Purba Baru dan jebolan Doktor berprestasi dari Timur Tengah dengan nilai Cumlaude.

 

Ia juga turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Mandiling Natal yang dibuktikan berdirinya Pesantren An Nadwa dan terlibat langsung dalam pengembangan dan kemajuan pesantren tersebut.

 

 

 

 


Maryam Batubara yang saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi S2 Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI UIN SU Medan) sukses membawa prodi yang ia pimpin ke posisi akreditasi UNGGUL. Selama 25 tahun Prodi S2 ini berdiri di tangan dinginnyalah baru mendapatkan akreditasi UNGGUL.

Baca Juga: Iin Prasetyo News Editor Realitas Online Berikan Tips Cara Menulis Copywriting ke Mahasiswa Unika Santo Thomas Medan


Tak sampai di situ, kini Prodi S2 favorit tersebut semakin menguatkan kiprahnya ke dunia internasional di bawah kepemimpinan Maryam Batubara. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan negara Malaysia, Thailand, negara-negara Timur Tengah seperti Yordania, Palestina, Arab Saudi, Qatar, Yaman, Sudan, dll pada kegiatan seperti international conference, banchmarking, dan lainnya.

 


Maryam Batubara yang juga lulusan berprestasi Doktor terbaik dari Omdurman University, Yaman tersebut bertekad ingin mewujudkan visi STAIN Madina yang unggul dan bereputasi internasional melalui integrasi ilmu keislaman dan sains tahun 2026-2030.


"Kita perlu mengembangkan pendidikan tinggi berstandar internasional berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) yang terintegrasi dengan nilai keislaman dan moderasi beragama," kata Maryam, Senin (23/2/2026).

Halaman:

Tags

Terkini