medan

Pemprov Sumut Gencarkan Operasi Pasar, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah

Rabu, 25 Februari 2026 | 20:01 WIB
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut Yosi Sukmono. (Realitasonline.id/KOMINFO SUMUT)

Realitasonline.id - MEDAN | Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, tren harga sejumlah komoditas menunjukkan kondisi lebih terkendali.

Untuk mencegah lonjakan harga bahan pokok dan pastikan stabilitas pasokan serta menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga, Pemprov Sumut gencarkan opersi pasar dan perkuat pengawasan harga.  

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Yosi Sukmono dalam penjelasannya membenarkan tren harga sejumlah komoditas mulai menunjukkan kondisi lebih terkendali.

Baca Juga: Wujudkan Kepastian Hukum, Kejari Simalungun Musnahkan BB 121 Perkara

“Tren harga hortikultura telah menunjukkan penurunan dan lebih rasional, sementara daging sapi relatif terkendali melalui koordinasi dengan Bulog dan produsen lokal, kita memastikan bahwa stok dalam kondisi yang cukup dan juga suplai nanti akan secara berkala dipenuhi sehingga akan mampu menjaga kestabilan harga,” ujar Yosi, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, Pemprov melakukan pengawasan berkala dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen, distributor, hingga ritel modern dan pasar tradisional.

“Kemudian nanti dalam momen tertentu kita bersama-sama dengan Satgas Pangan juga untuk bisa turun ke lapangan memastikan harga tidak terlalu tinggi yang ada di pasar,” kata Yosi.

Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan seluruh sektor terkait guna memantau ketersediaan komoditas utama. Jika ditemukan potensi kekurangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan segera mengambil langkah strategis.

Baca Juga: Kantor Subrayon FKPPI Tanjung Morawa Pekan Diserang, Seorang Pekerja Dianiaya

Selain itu, Operasi Pasar telah digelar di berbagai daerah, antara lain Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Padangsidimpuan, dan Pematangsiantar. Sejumlah kabupaten/kota lainnya dijadwalkan menyusul.

“Adapun komoditi yang dijual yaitu beras, minyakita, gula pasir dan telur ayam,” kata Yosi.

Pemprov Sumut juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberlakukan.

Baca Juga: Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan dan Khitanan Gratis, Berbagi Kebaikan dengan Masyarakat Medan

“Tentu akan ada tindakan terhadap langkah-langkah (penimbunan) seperti itu. Kami berharap dan meminta kepada seluruh pihak produsen, distributor melakukan kerjasama yang baik,” kata Yosi.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau membeli kebutuhan secara berlebihan. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan di Sumut tetap aman.

Halaman:

Tags

Terkini