Realitasonline.id - MEDAN | Di bulan yang penuh berkah dan rahmat ini yakni bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang merupakan bulan pengampunan bagi umat Islam. Kiranya di bulan Ramadhan ini diminta kepada PLN dan Perumda Tirtanadi tidak ada pemadaman listrik dan air.
Karena padai bulan ini umat Islam melaksanakan badah puasa dan memakmurkan masjid, serta banyak menggunakan air untuk berwudhuk, begitu juga listrik banyak dipakai untuk salat tarawih.
Hal ini dikatakan Robi Barus, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan saat dikonfirmasi via selular, Rabu (25/2/2026). "Kita berharap Tirtanadi dan PLN tidak ada melakukan pemadam karena kedua instansi ini berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak" ujar Robi.
Baca Juga: Belum Berdampak terhadap Pelayanan Masyarakat, Anggaran Kesehatan Rp 1 Triliun Disorot DPRD Medan
Menurutnya, air dan listrik sudah pasti banyak digunakan untuk kebutuhan di bulan Ramadhan ini sesuai fungsinya. "Untuk itu, mari PLN dan Tirtanadi dijaga semua fasilitas agar tidak ada pemadaman" harapnya.
Lanjutnya, jika ada pemadaman di bulan Ramadhan ini pasti umat Islam pasti akan bertanya-tanya ada apa? Karena beberapa bulan sebelum Ramadhan tidak ada pemadaman. "Untuk itu diharapkan kepada kedua instansi ini jangan ada pemadaman" pinta Robi.
Dishub Diminta Hidupkan PJU yang Mati
Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Medan Binsar Simarmata. Dia mengingatkan PLN untuk tidak melakukan pemadaman listrik (byar pet) selama bulan Ramadhan tahun 2026.
Selain itu, politisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini juga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera memperbaiki dan menghidupkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati atau rusak khususnya di dekat mesjid-mesjid.
"Ini penting, karena dengan tidak adanya pemadaman listrik ataupun dengan melakukan perbaikan penerangan listrik itu guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Medan dalam menjalankan ibadah, khususnya dalam bulan puasa," katanya kepada medanbisnisdaily.com, Rabu (11/2/2026).
Bahkan, Binsar Simarmata mendesak Dishub Medan memprioritaskan pemasangan PJU di titik-titik yang masih gelap, terutama di lokasi-lokasi dekat mesjid.
"Perbaikan lampu penerangan jalan ini harus jadi prioritas, mengingat aktivitas masyarakat akan meningkat, terutama pada malam dan dini hari selama bulan puasa. Kalau perlu ditambah anggarannya," tegasnya.
Anggota Komisi 2 ini pun mengusulkan agar Dishub menyediakan mobil tangga untuk melayani perawatan dan kerusakan lampu di setiap Kecamatan yang ada di Medan.
Baca Juga: LSM Soroti Dugaan Kejanggalan Pita Cukai Rokok di Sumut