medan

Pemprov Sumut Intervensi Harga Daging Ayam, Libatkan Produsen dan Gelar Gerakan Pangan Murah

Kamis, 26 Februari 2026 | 09:54 WIB
Keterangan Foto : Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Alam (Perindag ESDM) Sumut Yosi (Realitasonline.id / Dok)

Realitasonline.id - MEDAN | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mulai mengambil langkah tegas untuk mengintervensi lonjakan harga daging, khususnya daging ayam, yang belakangan melampaui harga acuan.

Intervensi dilakukan dengan menggandeng produsen langsung serta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik strategis.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Alam (Perindag ESDM) Sumut Yosi menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam melihat harga daging ayam yang di sejumlah pasar sudah menembus di atas Rp40.000 per kilogram.

Baca Juga: Pelayanan Rumah Sakit Buruk, Ini Alasan DPRD Medan Usulkan Revisi Perda Kesehatan

Padahal, harga yang dinilai masih wajar berada di kisaran Rp37.000–Rp40.000 per kilogram.

"Kita tidak bisa membiarkan harga berkeliaran tanpa kendali. Kalau di atas itu, tentu akan kita lakukan langkah tegas. Karena daging ayam ini sudah masuk komoditas yang memberi tekanan pada inflasi," ujar Yosi kepada Wartawan, di Medan, (25/2).

Menurutnya, pola distribusi daging ayam saat ini cukup kompleks. Di pasar tradisional, harga sangat dipengaruhi oleh pedagang yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar kabupaten/kota.

Sementara di retail modern, harga relatif lebih terkendali karena rantai distribusinya langsung dari produsen.
Ia mencontohkan, sejumlah retail modern bahkan mampu menjual daging ayam di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Hal itu menunjukkan bahwa secara struktur biaya, harga tersebut masih memungkinkan.

Baca Juga: DPRD Medan Desak Pemko Maksimalkan Kordinasi Normalisasi 5 Sungai dengan Pusat: Butuh Anggaran 7,5 Triliun

"Artinya, kalau retail bisa, pasar tradisional juga harus bisa dijaga," tegasnya.

Karena itu, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan PD Pasar di berbagai daerah agar ikut menjaga stabilitas harga. Pemerintah daerah dinilai memiliki otoritas untuk mengingatkan bahkan mengarahkan pedagang agar tidak menjual di atas harga yang memberatkan masyarakat.

"Jangan hanya mengeluhkan harga naik. Mereka punya otoritas untuk mengingatkan pedagang agar menjual sesuai harga yang wajar. Ini perlu kolaborasi," katanya.

Langkah konkret yang disiapkan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dengan fokus utama pada daging ayam. Program ini akan dimulai awal pekan depan dan digelar minimal di sembilan titik, enam di Kota Medan dan tiga di Kabupaten Deli Serdang.

Halaman:

Tags

Terkini