medan

DPRD Medan Kritik PAD PUD Pasar Rendah

Selasa, 31 Maret 2026 | 23:37 WIB
Godfried Effendi Lubis, politisi dari Fraksi PSI DPRD Medan. (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Medan | Komisi III DPRD Medan mengkritik Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Pemkot Medan.

Kritik tersebut bermula bermula dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan PUD Pasar dinilai rendah.

Anggota Komisi III DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis menyebutkan PUD Pasar hanya mampu menghasilkan PAD haanya sebesar Rp 400 juta.

Baca Juga: Legislator DPRD Medan Ingatkan Kepling Jangan Jadi Pengedar Narkoba

"Kalau lah cuma Rp 400 juta PAD yang dihasilkan dari pengelolaan pasar sangat disayangkan," ujar Godfried Effendi Lubis, Selasa (31/3/2026).

Dia mencurigai adanya kebocoran PAD yang cukup besar dari sistem pengelolaan pasar.

"Coba kita hitung secara kasar saja. Di Medan seperti ada sekitar 25.000 unit kios tempat berjualan. Dari retribusi kebersihan misal ditarik uang kebersihan saja Rp 2.000 per kios. Jika dikalikan jumlah kios setiap harinya udah Rp 50 juta. Dalam sebulan dikali 30 hari kerja sudah Rp 1,5 miliar itu sebulan," katanya.

Baca Juga: Dugaan Penelantaran Anak, RDP Komisi A DPRD Taput Terbitkan 3 Rekomendasi.

Godfried juga menyinggung terkait uang parkir, untuk pengelolaan toilet, dan uang keamanan.

"Ini belum kita hitung soal sewa kios ya. Enggak masuk akal cuma Rp 400 juta setahun yang disetorkan sebagai keuntungan bagi PAD Medan. Ini patut dicurigai adanya kebocoran PAD," ucapnya.

Baca Juga: DPRD Medan Minta BPJS Kesehatan Tegur Apotik Nakal, Pasien Rujukan Sulit Dapat Obat

Untuk itu, ia meminta agar PUD Pasar memikirkan langkah strategis untuk meningkatkan PAD. Menurutnya, jumlah pemasukan PUD Pasar seharusnya lebih besar jika dilihat jumlah aset yang ada.

"Seharusnya bisa dimaksimalkan karena jumlah aset ini sangat besar, ada ribuan kios. Ini pasti bisa dimaksimalkan jumlah pendapatan yang bisa dihasilkan," tutupnya. (AY)

Tags

Terkini