medan

Alfi Siswa MAN Taput Tembus Prodi Hukum USU di Tengah Perjuangan Merawat Ayah dan Menjaga Warung

Sabtu, 18 April 2026 | 13:35 WIB
Alfi Panggabean, siswa MAN Taput lulus Prodi Hukum USU berkat perjuangannya di tengah menjaga ayah sekaligus menjaga warungnya. (Realitasonline.id/Dok)

 

Realitasonline.id - Taput | Kabar itu datang perlahan, tanpa gemuruh, menyelinap bak oase di tengah gurun. Alfi, seorang murid yang serba bisa, yang menapaki masa depan melalui pendidikan di tengah perjuangan dan ket eguhan kondisi keluarganya.

Remaja tekun dengan senyum sederhana, bernama lengkap Khairun Alfi Panggabean, berhasil lulus SNBP 2026 pada Program Studi Hukum di Universitas Sumatera Utara (USU) yang diumumkan akhir Maret lalu dan diterima sebagai calon penerima KIP-K.

Ini adalah impian yang Ia perjuangkan sebagai bagian dari cita-cita masa depannya. Di balik capaian tersebut, ia terus berjuang menjaga semangat belajar dan cita-cita masa depan di tengah tanggung jawab dan kondisi keluarga yang tidak mudah.

Baca Juga: 76 Pejabat Eselon Pemko Medan Dilantik, Rico Waas Beri Peringatan Keras untuk Lakukan Perubahan

Kepala Madrasah, Nikmatul Hijrah Gultom, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian Alfi yang dinilai sebagai murid berdaya saing dalam ekosistem pendidikan madrasah yang holistik.

Murid yang unggul di bidang akademik sebagai juara kelas serta Juara OMI tingkat kabupaten pada mata pelajaran Matematika.

Tekun dalam kegiatan keagamaan dengan peran sebagai khatib Jumat, khatib pada hari-hari besar Islam, imam masjid, serta peraih prestasi dalam lomba-lomba keagamaan di tingkat daerah.

Tampil sebagai figur pemimpin, Ia juga Danton Paskibraka tingkat Kabupaten dengan suara yang lantang dan berwibawa serta aktif dan unggul dalam kegiatan pramuka.

Selain itu. Beliau menegaskan, capaian tersebut menunjukkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual dan kepemimpinan yang dimilikinya menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri secara optimal.

Baca Juga: Pangdam I/BB Tinjau Yonarmed 2/KS, Pastikan Kesiapan Prajurit dan Alutsista

Murid yang kerap kali belajar usai sholat magrib hingga 22.00 WIB ini, manfaatkan malam untuk membaca atau menonton materi yang relevan, memahami lebih dalam apa yang benar-benar ingin ia tekuni.

"Saya akan tetap meluangkan waktu untuk hal-hal yang saya cintai, terutama dalam mempelajari ilmu hukum dan agama." tuturnya. Sepulang dari madrasah, saya membantu orang tua, menjaga warung sampai mengerjakan pekerjaan rumah,” ujarnya menambahkan.

Baginya, kesibukan tersebut bukan beban, melainkan bentuk bakti nyata untuk membantu menopang kebutuhannya bersama keluarga. Mengungkap bahwa proses panjang yang membentuk dirinya menjadi lebih tangguh.

Lumban Siagian, Taput, menjadi tempat Alfi tumbuh, tinggal dan dibesarkan di lingkungan dengan mayoritas masyarakat non-Muslim yang justru menguatkan konsistensi serta kedewasaan spiritualnya. Bagi dirinya, masjid bukan hanya tempat ibadah tetapi juga ruang belajar yang membentuk kedisiplinan, keberanian dan kepemimpinan.

Halaman:

Tags

Terkini