nusantara

Kemen PPA Dorong Penguatan Keluarga Sebagai Upaya Pengendalian dan Pencegahan KDRT

Sabtu, 16 Desember 2023 | 11:47 WIB
Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Ratna Susianawati. (kemenpppa.go.id)

“Kemen PPPA telah memiliki kanal pengaduan layanan SAPA 129 yang dapat diakses melalui WhatsApp 08111-129-129 atau Hotline 129. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, layanan SAPA 129 memberikan pelayanan pengaduan, pengelolaan kasus, penjangkauan korban, pendampingan korban, mediasi, dan akses penampungan sementara. Kami juga terus menyosialisasikan gerakan melawan tindak kekerasan melalui kampanye ‘Dare to Speak Up’ atau Berani Berbicaya yang terus mengajak dan mendorong keberanian masyarakat untuk melapor,” ungkap Ratna.

Selain upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas, Ratna juga menegaskan, penguatan dalam keluarga harus menjadi upaya yang terus dilakukan secara berkelanjutan. 

Perlu dilakukan penguatan dalam keluarga yang dimulai sejak dini untuk mencegah kondisi ketidakharmonisan yang menjadi pemicu awal KDRT.

Adapun penguatan dalam keluarga yang dapat dilakukan seperti:

1. mempersiapkan mental sebelum berumah tangga, dengan memberikan pemahaman tentang kesetaraan gender dalam keluarga melalui materi kursus calon pengantin;

2. memberikan edukasi pentingnya komunikasi yang baik antara suami dan istri, rasa saling percaya, saling menghargai dan pengertian agar tercipta sebuah rumah tangga yang rukun dan harmonis;

3. peningkatan keimanan yang kuat, akhlaq yang baik dan berpegang teguh pada agamanya sehingga KDRT tidak terjadi dan dapat diatasi dengan baik dan penuh kesabaran; 

4. pelibatan laki-laki dalam pencegahan KDRT melalui kampanye He for She; dan 

5. penyediaan layanan bagi keluarga berupa konsultasi/konseling keluarga.

Lebih lanjut, Ratna menambahkan bahwa di dalam keluarga harus terjalin komunikasi yang terjalin dengan baik antar anggota keluarga untuk meminimalisir terjadinya KDRT. “Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil di masyarakat.

Dalam memberikan rasa aman dan perlindungan, maka di dalam keluarga harus terjalin komunikasi yang baik, terbuka, saling mendukung, terbangunnya kepercayaan dan empati, serta setara.

Seringkali, konflik yang terjadi di dalam keluarga bermula dari kurangnya keterbukaan dalam berkomunikasi dan hal tersebut dapat dicegah apabila terjalinnya komunikasi yang baik di antar anggota keluarga,” tandas Ratna.

(ZUF)

Halaman:

Tags

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB