Baca Juga: Disembunyikan di Koper, Ribuan Botol Air Zamzam Milik Jemaah Haji Indonesia Dibuang
Jamaah Jawa Barat bisa masuk ke wilayah tenda Maluku, jamaah Aceh tersebar ke mana-mana. Sistem ini membuat distribusi makanan, logistik, dan pendampingan menjadi kacau, ujarnya.
Muslim Ayub juga menegaskan bahwa pemerintah khususnya Kementerian Agama (Kemenag) perlu melakukan evaluasi serius terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Ia mengkritik langkah Kemenag yang dianggap terlalu ringan menyampaikan bahwa situasi sudah terkendali, sementara fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
Jangan hanya klarifikasi yang baik-baik saja. Kemenag menyatakan pukul 09.00 semua jemaah telah digerakkan ke Mina, padahal kenyataannya sebagian besar jalan kaki karena tidak ada bus. Ini tidak bisa dibenarkan, tegasnya. (AY)