Penyelenggaraan Haji 2025 Disoroti, DPR RI Lontarkan Kritik Tajam: Minimnya Armada Bus hingga Jemaah Terlantar di Mina

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Senin, 23 Juni 2025 | 18:19 WIB
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Muslim Ayub. (Realitasonline.id/Dok)
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Muslim Ayub. (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - JAKARTA | Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025/1446 Hijriah mendapat kritikan tajam. Dilaporkan, ribuan jemaah harus berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina.

Hal itu diakibatkan minimnya armada bus dan kemacetan parah di jalur pengangkutan. Sejumlah jemaah juga dilaporkan terlantar di Mina karena keterbatasan tenda dan fasilitas akomodasi.

Anggota Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI Muslim Ayub menyampaikan keprihatinannya atas berbagai kendala yang dialami jemaah haji Indonesia, mulai dari fase Arafah, Muzdalifah, hingga Mina.

Baca Juga: 53 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Dipulangkan ke Tanah Air, Petugas Beri Imbauan untuk Jemaah yang Masih Tinggal di Tanah Suci

Tujuh Kelompok terbang (Kloter) asal Aceh tidak mendapatkan tempat di tenda Mina hingga Jumat malam 6 Juni 2025 lalu.

Akibatnya, 150 Jemaah haji yang sebagian besar lansia itu tidak memiliki tempat istirahat dan terpaksa berada di tempat terbuka selama berhari-hari.

Insiden ini terjadi di tengah puncak pelaksanaan ibadah haji yang seharusnya menjadi momen sakral dan penuh kenyamanan bagi para jemaah, terlebih mereka yang telah lanjut usia.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) DPR RI asal Aceh Muslim Ayub sangat menyayangkan hal itu terjadi sehingga 150 jemaah tersebut harus beristirahat di tempat terbuka selama berhari-hari.

Baca Juga: Lebih dari 72 Ribu Jemaah Haji Indonesia Alami Masalah Kesehatan di Tanah Suci, PPIH Ungkap Paling Banyak karena ISPA

Bayangkan, sudah tiga hari mereka tidak mendapat tenda. Bahkan untuk sekadar duduk dan beristirahat pun tidak ada tempat.

Ini sangat tidak manusiawi. Ini yang paling buruk dalam 30 tahun terakhir, kata Muslim Ayub saat meninjau langsung lokasi pemondokan jemaah Indonesia di Mina pada Jumat (6/6/2025) malam lalu.

Karena tidak adanya tenda, pihak penyelenggara sempat mempertimbangkan untuk memindahkan para jamaah ke rumah sakit terdekat.

Namun, menurut Muslim, langkah tersebut bukan solusi yang layak, mengingat jarak rumah sakit sekitar 16 kilometer dari Mina dan banyak jamaah merupakan lanjut usia (lansia) dengan kondisi fisik yang terbatas sehingga sangat tidak mungkin jemaah lansia berjalan kaki pulang pergi untuk melempar jumrah.

Muslim Ayub juga menyoroti kekacauan sistem penempatan tenda yang dinilainya tidak terorganisir dan tidak adil.

Ia menyebut penempatan dilakukan tanpa koordinasi dan terkesan siapa cepat, dia dapat, tanpa memperhatikan kloter maupun asal wilayah jemaah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
X