Dalam hal ini, peran Kantah dinilai sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“ Orang Kantah yang berhadapan langsung dengan masyarakat tentu paling memahami di mana sumber permasalahan layanan. Masukan dari Kantah sangat dibutuhkan oleh Kantor Pusat, ” ujarnya di hadapan para Pejabat Administrator Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat dan jajaran Kantah Kabupaten Bandung.
Lebih lanjut, Wamen Ossy menyebut Kabupaten Bandung berpotensi menjadi contoh atau laboratorium pelayanan pertanahan nasional.
Hal ini didasarkan pada kemampuannya mengelola volume layanan besar dengan hasil yang relatif baik.
“ Kenapa Kabupaten Bandung bisa lebih sukses? Apakah karena masyarakatnya sudah teredukasi dan datang ke loket dengan berkas lengkap. Ini yang harus kita gali dan pelajari, ” tuturnya.
Baca Juga: Kunjungi UINSU Medan, Ketua MPR Ahmad Muzani Tegaskan Pancasila Jangkar Geopolitik Global
Menutup arahannya, Wamen Ossy mengajak seluruh jajaran untuk membangun komunikasi yang sehat antara pimpinan dan pegawai, serta menjaga semangat kolektif demi meningkatkan citra Kementerian ATR/BPN di mata masyarakat.
“ Kita tidak ingin BPN terus menjadi bahan kritik masyarakat. Mari bersama-sama mengangkat institusi ini ke arah yang lebih baik dan mendapatkan citra positif, ” pungkasnya.
Usai memberikan pengarahan, Wamen Ossy meninjau sejumlah fasilitas pelayanan di Kantah Kabupaten Bandung.
Ia juga menyerahkan sertifikat kepada masyarakat yang hadir untuk mengambil produk layanan pertanahan.(RI)