“ Dari Provinsi Jawa Timur sudah ada komitmen untuk menjadi salah satu Kanwil yang paling agresif secara nasional, tentunya dengan dukungan dari seluruh jajaran, ” tuturnya.
Meski demikian, Wamen Ossy mengingatkan agar proses pemetaan bidang tanah KW 4, 5 dan 6 tetap dilakukan secara realistis dan selektif.
Menurutnya, diperlukan pemilahan yang cermat untuk menentukan bidang tanah yang dapat segera diselesaikan dan yang memerlukan penanganan khusus.
“ Betul-betul dicari mana yang bisa diselesaikan dan mana yang tidak. Kalau butuh bantuan eksternal, kita berusaha semaksimal mungkin, ” tambahnya.
Baca Juga: ATR BPN Dukung Sekolah Terintegrasi, Siap Amankan Tanah dan Tata Ruang
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ossy juga menyerahkan sertipikat tanah secara langsung kepada enam orang masyarakat dari wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.
Penyerahan sertipikat ini menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum atas hak atas tanah masyarakat.
Selain itu, Wamen Ossy memberikan apresiasi kepada Kantah Kabupaten Pasuruan atas kinerja dan lingkungan kerja yang dinilai bersih, tertib, serta didukung semangat kerja pegawai yang tinggi.
“ Kantah Kabupaten Pasuruan, kantornya bersih dan tertib, pegawainya bersemangat. Lanjutkan dan tingkatkan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(RI)