Realitasonline.id - Honda, Nissan, dan Mitsubishi telah mengumumkan rencana merger untuk membentuk produsen mobil terbesar ketiga di dunia.
Langkah ini merupakan respons terhadap tantangan signifikan yang dihadapi industri otomotif Jepang, terutama dari produsen mobil listrik (EV) asal Tiongkok seperti BYD, serta persaingan dengan perusahaan seperti Tesla.
Penurunan pangsa pasar di Tiongkok menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan ini. Honda dan Nissan mengalami kesulitan bersaing dengan produsen lokal di pasar Tiongkok, yang berdampak negatif pada penjualan dan profitabilitas mereka.
Selain itu, tingginya biaya pengembangan teknologi kendaraan listrik dan otonom mendorong ketiga perusahaan untuk bergabung.
Dengan merger ini, mereka berharap dapat berbagi sumber daya, mengurangi biaya, dan mempercepat inovasi dalam menghadapi pergeseran industri menuju elektrifikasi dan otomatisasi.
Rencana merger ini juga mencakup pembentukan perusahaan induk bersama yang akan terdaftar di Bursa Efek Tokyo pada Agustus 2026, dengan target finalisasi pada Juni 2025.
Mitsubishi Motors, yang merupakan bagian dari aliansi dengan Nissan, juga akan bergabung dalam kesepakatan ini.
Dengan bergabungnya ketiga perusahaan ini, mereka berharap dapat meningkatkan daya saing global dan menghadapi tekanan dari produsen mobil Tiongkok yang semakin dominan di pasar kendaraan listrik.