Realitasonline.id - Cina telah meluncurkan teknologi baterai terbaru yang dikenal sebagai "Short Blade Bulletproof Battery".
Berikut adalah poin-poin penting mengenai teknologi ini:
Daya Tahan: Baterai ini diklaim mampu bertahan hingga 50 tahun dengan rata-rata penggunaan 20.000 km per tahun, setara dengan 1 juta km perjalanan.
Keamanan: Telah lulus uji penetrasi peluru senapan infanteri 5,8 mm tanpa terjadinya kebakaran, menjadikannya yang pertama di industri baterai.
Selain itu, baterai ini telah diuji dalam enam kondisi ekstrem, termasuk perendaman air laut dan suhu dingin hingga -30°C.
Kapasitas dan Jangkauan: Tersedia dalam dua varian: Short Range dengan kapasitas 50,4 kWh yang mampu menempuh jarak 415 km, dan Long Range dengan kapasitas 64,7 kWh untuk jarak 540 km.
Garansi: Produsen memberikan garansi baterai hingga 8 tahun atau 500.000 km, lebih panjang dibandingkan garansi unit mobilnya sendiri yang hanya 6 tahun atau 150.000 km.
Di Indonesia, PT Tra Mobil Nusantara bekerja sama dengan Livan Auto dan Sejiang Yoning Technology Group untuk menghadirkan teknologi baterai ini pada produk mereka, seperti Eltra L8 EV.
Model ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp415 juta untuk varian Short Range dan Rp448 juta untuk varian Long Range.
Selain itu, Indonesia Battery Corporation (IBC) dan anak perusahaan CATL, CBL International Development, telah membentuk usaha patungan untuk membangun pabrik manufaktur sel baterai dengan kapasitas 15 gigawatt jam.
Investasi ini mencapai 1,18 miliar dan produksi diharapkan dimulai pada tahun 2027.