Waspada! Ini Tips Menghindari Penipuan Saat Jual Beli Mobil Bekas Agar Lebih Hati-hati dan Lakukan ini

photo author
Maria Nofianti, Realitas Online
- Kamis, 12 Maret 2026 | 14:20 WIB
Keterangan foto: Ilustrasi COD membeli mobil bekas (Realitasonline/ Canva)
Keterangan foto: Ilustrasi COD membeli mobil bekas (Realitasonline/ Canva)

Realitasonline.id - OTOMOTIF | Pasar mobil bekas di Indonesia sangat besar karena banyak orang yang mencari kendaraan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan mobil baru. Namun di balik peluang tersebut, terdapat juga berbagai risiko penipuan yang perlu diwaspadai oleh pembeli maupun penjual.

Kasus penipuan mobil bekas bisa terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari dokumen kendaraan palsu, kondisi mobil yang disembunyikan, hingga transaksi pembayaran yang tidak aman. Oleh karena itu, penting bagi siapa pun yang ingin melakukan transaksi mobil bekas untuk lebih berhati-hati.

Baca Juga: SUV Listrik Baru MG MG4X 2026, Tampilannya Mirip MG4 Hatchback, Dilengkapi Teknologi Baterai Semi-Solid

Berikut beberapa tips penting untuk menghindari penipuan saat melakukan jual beli mobil bekas.

Periksa Dokumen Kendaraan Secara Teliti

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membeli mobil bekas adalah memeriksa dokumen kendaraan dengan teliti. Dokumen yang paling penting adalah:
STNK
BPKB
Faktur pembelian kendaraan
Pastikan data yang tercantum pada dokumen tersebut sesuai dengan kondisi kendaraan, seperti nomor rangka, nomor mesin, dan nomor polisi.
Jika terdapat perbedaan data atau dokumen terlihat mencurigakan, sebaiknya jangan melanjutkan transaksi.
Selain itu, periksa juga apakah pajak kendaraan masih aktif atau sudah menunggak.

Cek Nomor Rangka dan Nomor Mesin

Nomor rangka dan nomor mesin merupakan identitas utama kendaraan yang tidak boleh diabaikan.
Periksa nomor tersebut secara langsung pada mobil dan pastikan sesuai dengan yang tercantum pada STNK dan BPKB.
Biasanya nomor rangka terletak pada bagian sasis kendaraan, sedangkan nomor mesin berada di blok mesin.
Jika nomor rangka atau nomor mesin terlihat seperti bekas digosok atau diubah, ada kemungkinan mobil tersebut bermasalah atau pernah terlibat kasus kriminal.

Baca Juga: 10 Cara Merawat Suspensi Mobil Agar Awet dan Performa Tetap Tangguh

Hindari Harga yang Terlalu Murah

Harga mobil bekas biasanya memiliki kisaran pasar yang relatif stabil. Jika ada penawaran mobil dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran, sebaiknya Anda lebih berhati-hati.
Penawaran harga yang terlalu murah seringkali digunakan oleh pelaku penipuan untuk menarik perhatian calon pembeli.
Sebelum membeli mobil bekas, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu mengenai harga pasaran kendaraan yang ingin dibeli.
Dengan mengetahui kisaran harga pasar, Anda dapat lebih mudah mengenali penawaran yang mencurigakan.

Lakukan Pemeriksaan Kondisi Mobil

Selain dokumen kendaraan, kondisi fisik mobil juga harus diperiksa dengan teliti.

Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain:
Kondisi mesin
Sistem pengereman
Suspensi
Interior kendaraan
Riwayat kecelakaan
Jika Anda tidak terlalu memahami kondisi mobil, sebaiknya ajak mekanik atau teknisi yang berpengalaman untuk membantu melakukan pemeriksaan.
Langkah ini dapat membantu menghindari pembelian mobil dengan kerusakan tersembunyi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X