bogor

DPRD Kota Bogor Tekankan Inovasi dan Event untuk Dongkrak Pariwisata

Rabu, 4 Februari 2026 | 17:05 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, memimpin rapat kerja bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor yang menekankan inovasi dan penguatan event pariwisata di tengah keterbatasan anggaran. (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Kota Bogor | DPRD Kota Bogor menekankan pentingnya inovasi dan penguatan penyelenggaraan event sebagai strategi utama untuk mendongkrak sektor pariwisata di tengah keterbatasan anggaran daerah. Penegasan tersebut disampaikan Komisi IV DPRD Kota Bogor dalam rapat kerja bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa, 3 Februari 2026.

Rapat kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, didampingi Sekretaris Komisi IV, H. Subhan, serta anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, yakni Dedi Mulyono, Mulyani, Banu Lesmana Bagaskara, H. Tri Kisowo Jumino, Rozi Putra, dan Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah.

Baca Juga: Wali Kota Padangsidimpuan Pastikan Pembangunan Daerah Sejalan Dengan Kebijakan Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Fajar Muhamad Nur menyoroti masih minimnya alokasi anggaran promosi pariwisata dibandingkan dengan total anggaran Disparbud Kota Bogor. Menurutnya, promosi memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menarik kunjungan wisatawan.

“Ini menjadi catatan kami di Komisi IV. Anggaran promosi yang tersedia masih cukup kecil jika dibandingkan dengan total anggaran Disparbud secara keseluruhan,” ujar Fajar.

Menyikapi keterbatasan tersebut, Komisi IV DPRD Kota Bogor mendorong Disparbud untuk melakukan terobosan melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis kolaborasi dan pendanaan non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satu langkah yang diarahkan adalah memperbanyak penyelenggaraan event pariwisata secara konsisten dan terukur.

Baca Juga: Viktor Siagian: Februari Hingga Maret Kementan Action Tangani Lahan Pertanian yang Rusak

Fajar memproyeksikan, setelah melalui proses verifikasi dan kurasi, sedikitnya 90 event berkualitas dapat digelar setiap tahunnya. Selain itu, kawasan Mulyaharja, khususnya Saung Eling, ditetapkan sebagai salah satu fokus pengembangan karena memiliki nilai sejarah peninggalan kerajaan yang dinilai potensial menjadi daya tarik wisata unggulan.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga membawa kesan positif. Terlebih menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Disparbud harus menyiapkan skema penyambutan yang matang bagi atlet dan ofisial agar mereka juga tertarik berwisata di Kota Bogor,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengoptimalkan sektor pariwisata melalui berbagai program inovatif. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 56 event yang telah masuk dalam kalender resmi Disparbud, dengan 10 di antaranya ditetapkan sebagai agenda unggulan.

Baca Juga: Gelar Pasar Murah, Artha Graha Peduli dan GulaVit Bantu Warga Medan Dapatkan Sembako

“Tujuan utama dari 10 event unggulan ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Kota Bogor,” jelas Firdaus.

Firdaus juga menegaskan bahwa penguatan kolaborasi dengan komunitas dan pihak swasta menjadi kunci utama dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.

“Kami memiliki sejumlah kegiatan yang bersumber dari non-APBD. Kami berkolaborasi dengan pihak ketiga dan komunitas. Ini merupakan upaya kami membuka ruang agar pariwisata Kota Bogor semakin dikenal luas,” pungkasnya.

Tags

Terkini