Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Perkuat Ketulusan dan Kolaborasi Usai Idulfitri

photo author
U.Parlindungan, S.A.Md.Kep, Realitas Online
- Kamis, 2 April 2026 | 14:17 WIB
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menghadiri Halal Bihalal dan Tausiyah Kebangsaan di Balai Kota Bogor, Rabu (1/4/2026). (Realitasonline.id/Dok)
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menghadiri Halal Bihalal dan Tausiyah Kebangsaan di Balai Kota Bogor, Rabu (1/4/2026). (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Kota Bogor | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kesucian hati serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun Kota Bogor. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal dan Tausiyah Kebangsaan di Balai Kota Bogor, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Bogor Tengah itu menghadirkan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Muhammad Syafi'i, sebagai penceramah utama. Acara mengusung tema “Sucikan Hati, Eratkan Silaturahmi, Bangun Bogor Dengan Ketulusan dan Kepedulian” sebagai momentum refleksi pasca Idulfitri 1447 Hijriah.

Baca Juga: Alfamidi Class Asah Skill Siswa SMKN 1 Padangsidimpuan

Dalam sambutannya, Adityawarman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Bogor sangat bergantung pada kuatnya silaturahmi, integritas, serta sinergi antar pemangku kepentingan.

Ia menyatakan, momentum Halal Bihalal dan tausiyah kebangsaan harus dimanfaatkan sebagai pijakan untuk bekerja dengan penuh ketulusan. DPRD Kota Bogor, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor agar setiap kebijakan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi modal sosial penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.

Baca Juga: Kacab Tuasan Tirtanadi: Masalah Gaji dan THR Sesuai Kontrak Menjadi Tanggung Jawab Vendor

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Muhammad Syafi’i menjelaskan tiga fase utama Ramadan yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Fase pertama adalah rahmah, yakni menginternalisasi nilai-nilai kebenaran Al-Qur’an. Fase kedua adalah magfirah, sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar. Adapun fase ketiga adalah ittiqum minannar, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku secara berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh aparatur negara menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk meningkatkan integritas serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya bersama dalam memperkuat pondasi spiritual dan sosial kebangsaan di Kota Bogor.

Baca Juga: Kompatir Apresiasi Kinerja Kacab Medan Labuhan Perumda Tirtanadi

Acara tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor, di antaranya Ketua Komisi II Achmad Rifki Alaydrus, Ketua Komisi III Ahmad Aswandi, Ketua Komisi IV Fajar Muhamad Nur, serta anggota lainnya. Dari unsur eksekutif, hadir Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, jajaran aparatur sipil negara, kepala perangkat daerah, serta pimpinan badan usaha milik daerah dan badan layanan umum daerah se-Kota Bogor.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X