Petani Gantung Kembangkan Penangkaran Bibit Bawang Merah

photo author
Sugiatmo, Realitas Online
- Rabu, 25 Oktober 2023 | 09:30 WIB
Dedi Jumadi Petani Bawang Merah (Realitasonline.id/HY)
Dedi Jumadi Petani Bawang Merah (Realitasonline.id/HY)

 

Belitung Timur - Realitasonline.id - Petani cabai dari Kelompok Tani Bina Tani desa Gantung, Kecamatan Gantung, Dedi Jumadi(57) tengah mencoba untuk mengembangkan bibit bawang merah.

Diharapkannya akan dihasilkan bibit yang adaptif terhadap kondisi tanah dan iklim cuaca di Pulau Belitung, Selasa(24/10/2023).

Bibit bawang merah tersebut dinamai Lobigan,kepanjangan dari lokal bima Gantung.
Bibit ini merupakan pengembangan dari bibit bawang merah varietas bima Brebes.

Baca Juga: Mau Ikut BRI Fellowship Journalism 2024, Ini Syaratnya

Dedi menjelaskan saat ini awal memulai dengan menanam bibit diatas 250 meter persegi lahannya.

Dari 15 kilogram bibit yang disemai bisa menghasilkan sekitar 50 kilogram bibit baru, pungkasnya.

Namun saat ini untuk pembibitan baru ini baru mencapai seperempat hektar,nanti mudah-mudahan bisa ditanami untuk dua hektar.

Baca Juga: Tim Survei Akreditasi Kunjungi Klinik Polres Aceh Barat Daya , Ini Hasilnya

Satu hektar butuh 1.5 hingga 1,8 ton bibit bawang merah,kata Dedi saat berada di perkebunan cabai dan bawang miliknya tepat di Danau Nunjau Desa Gantung, kataDedi.

"Saya merupakan satu-satunya pembibit bawang merah di Pulau Belitung. Semua biaya dipergunakan untuk budidaya bawang merah ini berasal dari kantong pribadi alias swadaya.
Memang tidak sedikit biayanya,saya sudah sejak tahun 2007 lalu budidaya bawang merah.
Karena banjir tahun 2017 lalu saya vakum," ungkap Dedi.

Dedi yang didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Gantung,Andri Taruna Praja mengakui bertanam bawang merah atau holtikultura lainnya di tanah Pulau Belitung tidaklah mudah.

Baca Juga: Kelompok Tani Bina Tani Danau Nunjau Desa Gantung Terima Bantuan Digital Farming dari Bank Indonesia Babel

Mengingat tanah yang berpasir dan berupa tanah marginal atau kurang unsur hara.

Selain itu pula,faktor cuaca yang kurang bersahabat membuat bibit harus dirawat dengan hati-hati.

Untuk itulah pria asal Bekasi Jawa Barat ini membuatkan rumah untuk seluruh bibitnya agar penggunaan pestida berkurang.

Baca Juga: Mangkir, Polisi akan Layangkan Panggilan Kedua Terlapor Dugaan Pencemaran Nama Baik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X