“Perubahan arah pun diambil, Starbucks menunjuk seorang pemimpin yang dikenal sebagai operator lapangan. Seorang profesional yang terbiasa mengelola bisnis dengan jutaan pelanggan per hari, memahami frontline team, rantai pasok, dan realitas operasional secara langsung. Penunjukan ini dibaca sebagai sinyal kuat bahwa Starbucks ingin kembali mengaitkan strategi bisnis yang relevan dan mudah dieksekusi mengatasi masalah nyata. Konsumen setianya merespons positif perubahan arah tersebut karena perbaikan layanan yang paling mendasar di level gerai Starbucks,” katanya.
Menurut Prof. Mury, cerita itu mengajarkan bahwa banyak kegagalan bukan terjadi karena kurangnya teori, melainkan karena kesalahan mengubah dari teori menjadi tindakan. Strategi yang baik membutuhkan keberanian untuk dijalankan, dan kepemimpinan yang kuat diuji bukan di ruang presentasi, tetapi di lapangan.
Teori tanpa pengalaman lapangan, imbuhnya, akan kehilangan daya geraknya. Sebaliknya, pengalaman tanpa keberanian mengambil keputusan juga tidak akan membawa perubahan. Bagi para wisudawan, pesan ini sangat relevan. “Dunia kerja tidak selalu menunggu kita siap dengan jawaban yang sempurna. Seringkali, kita dituntut untuk berani mengambil keputusan dalam keterbatasan, dan bertanggung jawab penuh untuk melaksanakannya. Inilah makna sesungguhnya dari From Theory to Action, mengubah pengetahuan menjadi tindakan, dan tindakan memberi nilai yang bermanfaat untuk kesejahteraan,” tutupnya.
Capaian Universitas
Pada kesempatan tersebut, Rektor USU juga turut menyampaikan capaian program internasionalisasi yang dilakukan Universitas Sumatera Utara. Internasionalisasi bukan proses membuat mahasiswa Indonesia menjadi asing di kotanya, tetapi membuka cakrawala berpikir tentang dunia global yang beragam dan terkoneksi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Diblender, Dipukul, Dibakar : Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Batubara Resmi Pamit
Saat ini Universitas Sumatera Utara menempati posisi di 1001 QS WUR, 268 di QS AUR, 851 di QS Sustainability, 1501+ THE WUR, dan 601 THE Impact. Memiliki 28 program studi terakreditasi internasional, 87 program studi akreditasi unggul dan telah membuka 28 prodi kelas internasional (International Undergraduate Program) tahun 2026 bekerjasama dengan kampus di Inggris, Eropa, dan Australia melalui program joint/double degree. Mobility student dan mobility staff adalah program yang dilakukan di Universitas Sumatera Utara yang ditujukan untuk mahasiswa dan dosen sebagai cara agar mereka dapat lebih dekat merasakan sense of perfect detail, yang dilakukan kampus top dunia.
“Selain program internasionalisasi, Universitas Sumatera Utara memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi sejak awal semester dan menjamin tidak ada masyarakat Indonesia yang tidak bisa kuliah karena tidak bisa membayar uang sekolah,” tutupnya. (AY)