medan

Masyarakat Sumut Dihimbau Waspadai Cuaca Dibulan Mei-Juli lewat aplikasi BMKG

Jumat, 5 Mei 2023 | 06:38 WIB
Suhu temperatur iklim cuaca termasuk Indonesia cukup tinggi (ist)

 

Medan – Realitasonline.id |  Masyarakat Sumatera Utara dan stakeholder dihimbau lebih waspada terhadap cuaca ekstrem terjadi akhir-akhir ini dan terus berkolaborasi meminimalisir dampak yang bisa menimbulkan bencana.

 “Kita harus lebih waspada, karena cuaca saat ini agak sulit diprediksi. Stakeholder, masyarakat dan kami BPBD harus berkolaborasi, bekerja sama untuk mengantisipasi situasi-situasi bencana,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Sumut Yosi Sukmono di Program Dialog Medan Sore, Kamis (4/5/2023).

Sebagai langkah awal, BPBD Sumut telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota, guna meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyosialisasikan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap bencana alam sewaktu-waktu muncul.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung Terciduk Polsek Kutalimbaru Di Mushola Percut Sei Tuan Deliserdang

Saat banjir bandang melanda kawasan Sibolangit dan Sembahe, Deliserdang, lanjut Yosi, BPBD Sumut langsung bergerak membantu warga yang terdampak. Sedikitnya ada delapan rumah yang terdampak dan tidak ada korban jiwa, mereka juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya rusak diterjang banjir bandang.

“Kita langsung terjun, besoknya Wakil Gubernur juga langsung turun meninjau, walau agak tersendat karena jalanan macet sekitar dua jam saat itu. Saya yakin BPBD Deliserdang juga sudah bersiap, karena sebelum banjir bandang kita sudah memprediksi karena hujan cukup lebat,” jelasnya.

Menurut Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Meteorologi Belawan Ramos L. Tobing, pada 1-20 Mei 2023, ada peningkatan curah hujan dengan kategori rendah hingga sedang. Kemudian dibulan Juni hingga Juli Sumut akan dilanda kemarau yang cukup panjang.

Baca Juga: Oli Mobil: Kenali Ciri-cirinya Bila Oli Harus Diganti

“Pada 1 dan 2 Mei curah hujan rata-rata rendah hingga tinggi, walau mungkin ada yang ekstrem, tetapi di akhir bulan akan menurun, kita memasuki musim kemarau di bulan Juni dan Juli,” kata Ramos L Tobing.

Ramos pun mengimbau kepada masyarakat agar rajin memantau perkembangan cuaca dari BMKG, sebelum memutuskan beraktivitas di luar rumah. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Info BMKG yang memberikan informasi teraktual terkait cuaca dan bencana alam.

“Sedia payung, baik saat ini juga pada bulan Juni dan Juli saat musim kemarau, karena mungkin panasnya cukup terik. Sampai saat ini dari pantauan kami belum masuk kategori ekstrem di Sumut, tertinggi 36 derajat Celcius, tetapi kalau sudah masuk 37 derajat, sudah masuk ke kategori ekstrem,” kata Ramos. (MIS)

 

Tags

Terkini