Realitasonline.id | Setiap kali berakselerasi, terdengar suara ngelitik dari mesin. Kondisi mesin itu disebut sebagai detonasi atau knocking yakni timbulnya suara yang disertai getaran. Tentu, jika dibiarkan berlangsung dalam waktu yang lama, knocking dapat mengakibatkan kerusakan mesin.
Ada beberapa penyebab terjadinya knocking di mesin bensin. Intinya, knocking terjadi akibat adanya proses pembakaran di ruang bakar yang tidak normal atau prematur. Campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar mengalami terbakar lebih awal sebelum busi memercik. Kondisi ini disebut sebagai miss fire yang menjadi penyebab munculnya knocking.
Detonasi dini campuran bahan bakar dan udara (pre-ignition) di saat mesin beroperasi itu dapat menyebabkan getaran pada komponen internal mesin, seperti piston, setang piston dan lainnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, bearing setang piston akan lebih dulu aus. Sehingga pergerakan setang dan piston akan terganggu dan pada akhirnya membuat efisiensi kerja mesin pun menurun.
Bisa juga terjadi penurunan tenaga mesin akibat sebagian campuran bahan bakar dan udara sudah terbakar lebih dulu. Sebagian lagi akan terbakar ketika busi memantik. Sehingga langkah usaha yang dilakukan piston tidak sekuat kondisi pembakaran yang normal untuk menggerakkan crankshaft.
Baca Juga: Perbandingan Mobil Manual vs Matic, Sebenarnya Mana yang Lebih Baik?
Karena ada beberapa faktor yang dapat membuat mesin mengalami knocking, tentu perlu ditelusuri apa penyebab sebenarnya. Sehingga tindakan perbaikan yang diambil bisa sesuai masalah. Ini beberapa penyebab utama mesin knocking yang perlu diketahui pemilik mobil.
Oktan bahan bakar
Kesalahan penggunaan bahan bakar bensin menjadi faktor paling umum yang menyebabkan detonasi dini pada mesin. Hal ini karena nilai oktan bahan bakar bensin itu tidak sesuai dengan kebutuhan mesin dan menimbulkan detonasi dini.
Bahan bakar dengan nilai oktan tertentu yang dibutuhkan mesin itu sudah tertera di buku panduan kendaraan. Nilai oktan bahan bakar itu sudah disesuaikan oleh pabrikan mobil dengan rasio kompresi dari mesin. Semisal, untuk mesin yang memiliki rasio kompresi mesin 10:1, disarankan untuk menggunakan bahan bakar bensin dengan oktan 92. Mesin dengan rasio kompresi lebih tinggi, tentu membutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi pula. Sementara jika menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih rendah, dapat menyebabkan knocking.
Endapan karbon
Sisa proses pembakaran yakni karbon di ruang bakar juga menjadi salah satu penyebab munculnya knocking. Penumpukkan karbon di beberapa area ruang bakar akan menyebabkan volume ruang bakar menjadi menurun dan menaikkan kompresi mesin. Karena rasio kompresi mesin meningkat, bahan bakar bensin dengan nilai oktan yang sama seperti sebelumnya, sudah tidak lagi sesuai dan menyebabkan knocking.
Di lain sisi, tumpukan karbon itu bisa menjadi sumber panas. Sehingga dapat membuat campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar mudah terbakar dengan sendirinya sebelum dipantik oleh busi (pre-ignition). Solusinya adalah dengan melakukan pembersihan endapan karbon di ruang bakar. Baik di bengkel resmi maupun umum, layanan membersihkan karbon ini sudah tersedia.
Baca Juga: Ternyata Ini Bedanya Busi Panas Dan Dingin
Suplai bahan bakar dan udara tidak tepat