Ayo Kenali Fungsi Muffler Knalpot

photo author
Zufarnesia, Realitas Online
- Jumat, 31 Januari 2025 | 15:45 WIB
Ilustrasi. Modifikasi muffler berukuran besar./net
Ilustrasi. Modifikasi muffler berukuran besar./net

Realitasonline.id | Proses pembakaran di ruang bakar mesin akan menghasilkan gas buang dan gas ini akan dikeluarkan dari mesin melalui muffler knalpot. Setelah proses pembakaran usai, gas hasil proses pembakaran yang memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi itu harus dibuang agar ruang bakar bisa diisi oleh campuran bahan bakar dan udara yang baru.

Gas ini mengalir ketika katup buang di ruang bakar terbuka ketika piston melakukan langkah buang dan menuju exhaust manifold. Karena tekanan dan temperaturnya tinggi, gas buang akan cepat mengembang dan menimbulkan suara keras hingga di muffler knalpot.

Agar membuat berkendara tetap nyaman, pabrikan mobil menggunakan muffler atau silencer yang menyatu pada sistem knalpot. Berbentuk oval atau silinder, muffler yang digunakan untuk meredam suara keras gas buang itu memiliki tugas utama mengurangi polusi suara yang dihitung dengan satuan decibel (dB).

Meski berbeda-beda, konstruksi muffler ini didesain untuk mereduksi tekanan dan temperatur gas buang sehingga saat terlepas ke udara bebas suaranya tidak lagi keras. Ruang muffler diisi oleh sekat dari lempengan plat dan tabung berlubang serta menggunakan material wool atau bahan sintetis lainnya untuk menyerap bising. Rangkaian plat ini untuk membelokkan aliran gas buang hingga tekanan dan temperaturnya turun sebelum terlepas melalui ujung knalpot.

Baca Juga: Yuk Kenali Penyebab Mesin Knocking

Selain untuk meredam suara bising, muffler knalpot ini juga memiliki fungsi untuk menambah performa yang dihasilkan oleh mesin, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, mengurangi emisi gas buang dan untuk menambah aspek penampilan kendaraan. Tapi beberapa hal itu bisa tercapai jika gas buang yang melewati muffler itu dapat mengalir dengan mulus.

Tak sedikit pengguna mobil yang mengganti muffler dengan produk aftermarket baik untuk meningkatkan performa mesin atau penampilan. Tapi jika desainnya justru menghalangi atau menghambat aliran gas buang, maka beberapa fungsi lain dari muffler itu tidak tercapai.

Hal itu karena muffler knalpot ini harus dapat mengalirkan gas buang secara maksimal tapi dapat meredam tekanan dengan maksimal. Di lain sisi, bila desain muffler aftermarket yang dipilih membuat gas buang mengalir lebih cepat maka suara yang dihasilkan lebih keras dari standar. Bisa jadi, torsi mesin pun akan menurun sehingga pengemudi perlu mengingak pedal gas lebih dalam untuk mencapai kecepatan tertentu dan itu berarti konsumsi bahan bakar menurun.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika muffler mengalami karat karena terletak di kolong mobil. Sejalan dengan waktu, karat itu bisa membuat dinding muffler berlubang, hal ini dapat membuat suara knalpot tidak normal dan makin keras dari sebelumnya. Jika lubang itu makin besar, selain suara makin bising, performa mesin baik tenaga maupun efisiensinya akan menurun.

Baca Juga: Perbandingan Mobil Manual vs Matic, Sebenarnya Mana yang Lebih Baik?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zufarnesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X