Realitasonline.id - Merawat mobil tidak hanya sebatas mencuci atau mengganti oli secara rutin, tetapi juga memperhatikan kondisi sparepart yang memiliki masa pakai terbatas.
Jika tidak segera diganti ketika sudah mengalami keausan, sparepart yang rusak bisa berdampak pada performa kendaraan dan bahkan membahayakan keselamatan.
Berikut adalah beberapa tanda-tanda kerusakan sparepart mobil dan kapan harus menggantinya.
Baca Juga: Selain Ban Cadangan, Ini Daftar Sparepart Mobil yang Wajib Dibawa saat Perjalanan Jauh
1. Aki Mobil Lemah atau Soak
Aki memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan mobil. Jika aki mulai melemah, kendaraan akan sulit dihidupkan.
Tanda-tanda aki harus diganti:
* Mobil sulit dinyalakan, terutama di pagi hari.
* Lampu utama redup dan sistem kelistrikan tidak berfungsi optimal.
* Bunyi klakson melemah atau tidak berbunyi sama sekali.
Kapan mengganti aki?
Biasanya aki bertahan 2-3 tahun tergantung pemakaian dan perawatan. Jika mobil sering digunakan untuk perjalanan jauh atau sering mati mendadak, sebaiknya cek kondisi aki lebih sering.
2. Kampas Rem Mulai Menipis
Kampas rem yang aus dapat mengurangi daya cengkeram rem, sehingga mengurangi efektivitas pengereman.
Tanda-tanda kampas rem harus diganti:
* Muncul suara berdecit atau berderit saat mengerem.
* Pedal rem terasa lebih dalam atau kurang responsif.
* Getaran saat menginjak rem atau rem terasa kurang pakem.
Kapan mengganti kampas rem?
Umumnya kampas rem perlu diganti setiap 20.000 - 50.000 km, tergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan yang sering dilalui.