Realitasonline.id - Sistem pengereman adalah komponen vital yang menentukan keselamatan pengemudi dan penumpang.
Tanpa perawatan berkala, kinerjanya bisa menurun, terutama saat menghadapi jalanan ekstrem atau cuaca buruk. Berikut panduan praktis untuk menjaga sistem rem mobil tetap responsif dan awet dalam berbagai kondisi.
1. Rutin Periksa Ketebalan Kampas Rem dan Cakram
Kampas rem dan cakram (disc brake) adalah komponen yang paling sering aus akibat gesekan. Pastikan ketebalan kampas rem tidak kurang dari 3 mm. Jika terdengar suara decitan atau mobil sulit berhenti, segera lakukan pengecekan.
Cakram rem juga perlu diperiksa agar tidak retak atau bergelombang akibat panas berlebih. Bersihkan debu logam dari kampas rem secara berkala untuk mencegah gesekan berlebihan.
Baca Juga: 5 Teknologi Mesin Hybrid Terbaru yang Ramah Lingkungan dan Efisien
2. Pantau Level dan Kualitas Cairan Rem
Cairan rem atau brake fluid berfungsi menyalurkan tekanan dari pedal ke kaliper rem. Pastikan level cairan berada di antara tanda min dan max pada reservoir.
Jika warnanya keruh atau menghitam, segera ganti karena cairan yang terkontaminasi dapat mengurangi performa pengereman. Disarankan mengganti cairan rem setiap 2 tahun atau 40.000 km, tergantung kondisi penggunaan.
3. Hindari Kebiasaan Mengemudi yang Membebani Rem
Menginjak pedal rem terlalu dalam atau sering melakukan pengereman mendadak atau disebut juga hard braking akan mempercepat keausan komponen.
Saat menuruni tanjakan, manfaatkan engine brake dengan menurunkan gigi transmisi untuk mengurangi beban pada sistem pengereman. Hindari juga membawa beban berlebihan, karena bobot mobil yang bertambah membuat rem bekerja lebih keras.
Baca Juga: Cari Tambal Ban di Aceh? Ini 5 Tempat Andalan yang Siap Selamatkan Perjalananmu!
4. Lakukan Pembersihan Kaliper dan Piston