Misalnya, kurangi kecepatan secara bertahap saat melihat lampu merah di depan. Mengemudi dengan putaran mesin (RPM) di kisaran 2.000–3.000 juga membantu mesin bekerja lebih optimal.
4. Kurangi Beban Berlebih
Mobil tua tidak dirancang untuk mengangkut beban berat dalam jangka panjang. Semakin berat muatan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin artinya BBM lebih cepat habis.
Kosongkan bagasi dari barang tidak perlu, seperti peralatan olahraga atau kotak perkakas yang jarang dipakai.
5. Matikan Mesin Saat Parkir Lama
Kebiasaan membiarkan mesin menyala saat menunggu di parkiran atau menjemur penumpang bisa membuang BBM sia-sia.
Baca Juga: Vespa Mogok di Banda Aceh? Ini 5 Bengkel Rahasia yang Jadi Andalan Para Skuteris
Jika berhenti lebih dari 1 menit, matikan mesin. Untuk mobil tua, pastikan aki dalam kondisi prima agar tidak kesulitan saat menghidupkan mesin kembali.
6. Gunakan AC dengan Bijak
AC menyedot daya mesin, yang berimbas pada konsumsi BBM. Untuk mobil tua, atur suhu AC di level sedang (23–25°C) dan hindari mengarahkan udara ke kaca saat kabin sudah cukup dingin. Jika cuaca sejuk, buka jendela untuk sirkulasi udara alami.
7. Pilih Bahan Bakar Berkualitas
Meskipun mobil tua, hindari menggunakan BBM dengan oktan di bawah rekomendasi pabrik. BBM berkualitas rendah meninggalkan kerak di ruang bakar, memperparah pemborosan bahan bakar.
Dengan disiplin merawat mobil dan mengubah kebiasaan berkendara, mobil berusia 10 tahun tetap bisa irit BBM tanpa modifikasi mahal. (KN)