AC memang membuat kabin lebih nyaman, tetapi di kondisi macet berat, penggunaan AC dapat menambah beban kerja mesin. Saat kemacetan sangat padat dan kecepatan rendah, Anda bisa menurunkan intensitas AC atau mematikannya sementara untuk membantu menurunkan beban mesin dan mencegah overheat.
7. Jaga Jarak dan Ritme Berkendara
Menjaga jarak dengan kendaraan di depan memberikan ruang untuk bergerak lebih halus. Dengan ritme jalan yang lebih konsisten, Anda tidak perlu sering berhenti total atau melakukan akselerasi mendadak. Pola ini membantu menjaga suhu mesin tetap stabil dan mengurangi tekanan pada sistem kopling serta transmisi.
8. Hindari Membiarkan Mesin Menyala Tanpa Perlu
Dalam kemacetan total yang tidak bergerak dalam waktu lama, mempertimbangkan untuk mematikan mesin bisa menjadi pilihan. Langkah ini membantu mencegah mesin terlalu panas dan menghemat bahan bakar. Namun, pastikan kondisi aman dan tidak mengganggu lalu lintas sebelum mematikan mesin.
Baca Juga: Review Wuling Alvez dari Sisi Desain, Performa Mesin, Fitur ADAS, dan Kenyamanan Berkendara di Kota
9. Perhatikan Kondisi Sistem Pendingin
Mesin cepat panas di jalan macet seringkali dipicu oleh sistem pendingin yang kurang optimal. Pastikan radiator, kipas pendingin, dan cairan pendingin dalam kondisi baik. Mesin yang sistem pendinginnya terawat akan lebih tahan menghadapi kondisi stop and go dalam waktu lama.
10. Gunakan Mode Berkendara yang Sesuai pada Mobil Matik
Untuk mobil bertransmisi otomatis, manfaatkan mode berkendara yang tersedia seperti mode eco atau low gear saat macet. Mode ini membantu transmisi bekerja lebih efisien dan mencegah perpindahan gigi yang terlalu sering, sehingga suhu mesin dan transmisi lebih terjaga.
11. Hindari Kebiasaan Menginjak Gas Saat Diam
Sebagian pengemudi tanpa sadar menginjak pedal gas saat mobil masih diam. Kebiasaan ini tidak memberikan manfaat apa pun selain menambah beban mesin dan meningkatkan konsumsi BBM. Saat berhenti, biarkan mesin bekerja di putaran idle yang stabil. (KN)