Jok depan dapat digeser otomatis ke depan untuk memudahkan keluar-masuk penumpang belakang.
Ruang kaki masih cukup untuk orang dewasa dengan postur normal, meskipun paling ideal untuk dua penumpang.
Di belakang tersedia cup holder dan speaker, meski tanpa armrest.
Untuk penggunaan dalam kota atau perjalanan jarak pendek, kenyamanannya masih tergolong baik.
Saat mesin dihidupkan, karakter mesin 3 silinder 1.5 liter turbo langsung terasa.
Getaran khas mesin tiga silinder memang ada, tetapi berkat engine mounting yang baik, getaran tersebut tidak terasa sampai ke setir.
Transmisi otomatis 6-percepatan terasa responsif, dengan tarikan bawah yang spontan sejak pedal gas diinjak.
Baca Juga: Penasaran dengan Mobkas Toyota Innova Venturer Diesel AT 2018, Begini Spesifikasi dan Keunggulannya
Karakter setir Mini Cooper terasa berat dan presisi, benar-benar sporty.
Berbeda dengan banyak mobil modern yang setirnya cenderung terlalu ringan, Mini justru memberikan rasa kendali yang solid.
Suspensinya masih cukup empuk untuk penggunaan harian, meskipun unit ini sudah menggunakan per yang dipendekkan sehingga terasa sedikit lebih firm.
Baca Juga: Toyota Fortuner Generasi Pertama: Review Mobkas SUV Gagah yang Tak Lekang oleh Waktu
Namun saat melewati polisi tidur, bantingannya tetap nyaman dan tidak mentok.
Dari sisi performa, meski tenaganya “hanya” 136 PS, akselerasinya terasa galak.