Buku manual sering hanya disimpan di laci tanpa pernah dibaca. Padahal, buku ini berisi informasi penting mengenai perawatan, spesifikasi teknis, dan batasan penggunaan kendaraan.
Tanpa membaca manual, pemilik mobil bisa saja menggunakan BBM yang tidak sesuai, salah mengoperasikan fitur, atau mengabaikan peringatan penting dari pabrikan.
4. Salah Memilih Bahan Bakar
Kesalahan lain yang cukup umum adalah menggunakan BBM yang tidak sesuai rekomendasi. Beberapa pemilik mobil baru memilih BBM lebih murah tanpa mempertimbangkan rasio kompresi mesin.
Penggunaan BBM yang tidak tepat dapat menyebabkan mesin tidak bekerja optimal, muncul knocking, hingga menurunkan efisiensi bahan bakar dalam jangka panjang.
5. Mengabaikan Tekanan Angin Ban
Tekanan angin ban sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, konsumsi BBM, dan keausan ban. Mobil baru yang jarang dicek tekanan bannya bisa mengalami keausan tidak merata sejak awal.
Tekanan angin ideal biasanya tercantum di pilar pintu atau buku manual dan sebaiknya dicek secara berkala, bukan hanya saat ban terlihat kempis.
6. Langsung Menambah Aksesori Berlebihan
Tidak sedikit pemilik mobil baru yang langsung memasang aksesori tambahan seperti roof box, velg besar, atau audio berlebihan. Jika tidak diperhitungkan dengan baik, aksesori ini dapat memengaruhi aerodinamika, kelistrikan, dan bahkan garansi kendaraan.
Aksesori sebaiknya dipasang secara bertahap dan sesuai rekomendasi agar tidak mengganggu sistem kendaraan.
7. Mengabaikan Perawatan Interior Sejak Awal
Perawatan interior sering kalah prioritas dibanding mesin. Padahal, kondisi kabin sangat menentukan kenyamanan dan nilai jual kembali mobil.