Ini 11 Kesalahan Pengemudi Pemula yang Bisa Merusak Mobil Lebih Cepat

photo author
Maria Nofianti, Realitas Online
- Jumat, 20 Februari 2026 | 10:23 WIB
Keterangan foto: Ilustrasi indikator bensin mobil kosong (Realitasonline/ Canva)
Keterangan foto: Ilustrasi indikator bensin mobil kosong (Realitasonline/ Canva)

Realitasonline.id - OTOMOTIF | Menjadi pengemudi baru adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Setelah mendapatkan SIM, banyak orang merasa percaya diri membawa mobil sendiri ke kantor, kampus, atau bepergian bersama keluarga. Namun tanpa disadari, kebiasaan kecil yang terlihat sepele justru dapat mempercepat kerusakan kendaraan.

Pengemudi pemula umumnya masih beradaptasi dengan karakter mobil, memahami ukuran kendaraan, serta belajar membaca situasi jalan. Pada masa inilah kesalahan sering terjadi. Jika dibiarkan berulang, dampaknya bukan hanya pada kenyamanan, tetapi juga biaya perbaikan yang bisa membengkak.

Berikut berbagai kesalahan yang paling sering dilakukan serta bagaimana cara menghindarinya.

Baca Juga: 10 Tips Mengemudi Jarak Jauh Agar Tidak Cepat Lelah dan Aman Berkendara Sampai Tujuan

Terlalu Sering Menginjak Pedal Gas dan Rem Mendadak

Banyak pengemudi baru belum memiliki feeling yang halus saat mengatur akselerasi. Akibatnya, pedal gas sering diinjak terlalu dalam lalu diikuti pengereman mendadak.
Kebiasaan ini membuat beberapa komponen cepat aus seperti kampas rem, cakram, bahkan ban. Selain itu konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin harus bekerja lebih keras.
Mengemudi yang baik seharusnya mengalir. Tambah kecepatan secara bertahap dan lepaskan gas lebih awal ketika melihat potensi berhenti di depan.

Mengabaikan Pemanasan Mesin

Sebagian orang berpikir mobil modern tidak perlu dipanaskan. Memang kendaraan masa kini lebih canggih, namun memberi waktu beberapa menit sebelum digunakan tetap penting, apalagi saat mesin masih dingin.
Tujuannya agar oli bersirkulasi dengan baik sehingga seluruh komponen terlindungi. Jika langsung dipacu dalam kondisi dingin, gesekan antar bagian mesin bisa mempercepat keausan.


Membiarkan Tangki BBM Terlalu Kosong

Ini kesalahan klasik. Banyak pengemudi pemula menunggu indikator bensin hampir habis baru mengisi ulang.
Padahal endapan kotoran di dasar tangki bisa ikut tersedot ke sistem bahan bakar. Jika terus terjadi, filter bensin dan pompa bisa lebih cepat rusak.
Usahakan isi ulang ketika bahan bakar tersisa seperempat tangki.

Baca Juga: Simak, Ini Cara Menggunakan Transmisi CVT Agar Tidak Cepat Rusak

Salah Menggunakan Transmisi

Kesalahan ini sering terjadi baik pada mobil manual maupun otomatis. Pada mobil manual, pengemudi baru kerap setengah menekan kopling saat mobil berjalan atau menahan mobil di tanjakan dengan kopling. Akibatnya kampas kopling cepat habis.
Sementara pada mobil otomatis, masih banyak yang memindahkan tuas dari D ke R ketika kendaraan belum berhenti sempurna. Ini memberi tekanan besar pada gearbox. Biasakan berhenti total sebelum mengganti posisi transmisi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X