Ditegaskan dia, hal itu menjadi penyebab kematian utama saat ini, hingga ketimpangan akses layanan kesehatan yang masih nyata.
"Tenaga kesehatan kita juga menghadapi tekanan yang luar biasa, dari volume pasien yang tinggi, kebutuhan teknologi medis yang terus berkembang, hingga harapan masyarakat akan pelayanan cepat, adil dan manusiawi. Itu adalah tantangan harus dijawab dengan kerja nyata,"sebut Mukhlis.
Sementara Ketua Yayasan Telaga Bunda, Nurdin Abdullah menyampaikan, Rumah Sakit Telaga Bunda 2 merupakan "buah" dari perjalanan panjang pengembangan Rumah Sakit Telaga Bunda Pertama yang berada di Gampong Bireuen Meunasah Blang Kecamatan Kota Juang. (AJ)