"Bupati menekankan pentingnya budaya gotong royong dihidupkan kembali untuk kemaslahatan bersama khususnya dalam perbaikan irigasi, pemanfaatan lahan pekarangan, serta pola tanam yang menyesuaikan kondisi alam lokal merupakan contoh konkret nilai tradisional dalam kebijakan modern,"ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, sebut Kadis Kominsa Bireuen, M Zubair dalam rapat koordinasi itu menjelaskan, sawah rusak berat, sedang, dan ringan, akan segera dibantu oleh Pemerintah Pusat untuk perbaikan.
Mulyadi mengatakan, dana perbaikan tersedia untuk 677 hektar sawah rusak sedang dan 1.900 hektar dari total 2.736 hektar sawah rusak ringan.
Perbaikan perencanaan dilakukan oleh tim provinsi bekerja sama dengan salah satu universitas di Aceh.
Pelaksanaan rehab tersebut akan dimulai pada bulan Februari ini dan target rampung sebelum bulan Ramadan, sehingga musim gadu atau April mendatang sawah sudah bisa ditanami.
Pelaksanaan perbaikan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani dengan anggaran sejumlah Rp13 juta per Hektar. Sementara sawah yang rusak berat, Pemerintah Pusat masih mengkaji langkah penanganannya. (RZ)